Karakterisasi Tanaman Padi BC3F1 Hasil Persilangan Padi Varietas Inpari 33 dan Merah Wangi
| dc.contributor.author | Novista Tri Ramadhani | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-07T07:12:22Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-04 | |
| dc.description | Reupload file repository 7 September 2026_Ratna Validasi dan Finalisasi Ratna 7 September 2026 | |
| dc.description.abstract | Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan sumber pangan utama, terutama di kawasan Asia yang mengonsumsi sekitar 90% dari total produksi beras global. Jenis padi bernilai tinggi seperti padi aromatik dikenal karena kandungan senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (2AP) yang memberikan aroma khas. Permintaan terhadap beras aromatik terus meningkat, khususnya di negara-negara Asia yang memiliki preferensi terhadap beras premium. Salah satu varietas padi aromatik lokal yang memiliki potensi besar adalah padi Merah Wangi yang memiliki sifat unggul aromatik. Namun, padi Merah Wangi memiliki kelemahan pada sifat fisik berasnya yang mudah patah saat digiling. Pada penelitian ini, Inpari 33 dipilih karena memiliki beberapa keunggulan agronomis seperti produktivitas tinggi, umur pendek, serta tahan hama dan penyakit. Persilangan balik antara tanaman Inpari 33 dan Merah Wangi diharapkan dapat menghasilkan padi Inpari 33 aromatik yang memiliki produktivitas tinggi dan aroma khas. Teknik pendekatan molekuler seperti marker-assited selection (MAS) digunakan untuk menyeleksi tanaman yang tidak terpilih secara efisien dan akurat. Marka Bradbury digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi alel homozigot aromatik, homozigot non aromatik, dan heterozigot dalam populasi padi yang bersegregasi. Analisis genotipe aromatik pada tanaman padi generasi BC3F1 menghasilkan 16 tanaman termutasi heterozigot dan 29 tanaman tidak termutasi. Analisis parameter menunjukkan bahwa tanaman BC3F1 mulai tergolong homogen pada parameter tinggi tanaman yang lebih pendek, jumlah anakan total dan produktif yang lebih banyak, umur berbunga lebih lama, jumlah gabah per malai lebih banyak, dan bobot gabah isi per rumpun lebih besar. Analisis parameter menunjukkan bahwa tanaman BC3F1 masih tergolong heterogen pada parameter panjang malai yang lebih panjang, persentase gabah hampa lebih rendah, dan bobot 1000 gabah yang lebih banyak dibandingkan dengan Inpari 33 sebagai tetua betina. | |
| dc.description.sponsorship | Wahyu Indra Duwi Fanata, S.P., M.Sc., Ph.D | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14767 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Padi | |
| dc.subject | Sumber Pangan | |
| dc.subject | Inpari 33 | |
| dc.subject | Merah Wangi | |
| dc.title | Karakterisasi Tanaman Padi BC3F1 Hasil Persilangan Padi Varietas Inpari 33 dan Merah Wangi | |
| dc.type | Other |
