Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, PDRB, dan Tingkat Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Permasalahan mengenai kemiskinan di Indonesia terbilang cukup kompleks
dan terus berkepanjangan. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya negara Indonesia
merupakan negara dengan angka kemiskinan tertinggi kedua se-Asia Tenggara.
Tingginya angka kemiskinan ini tidak hanya disebabkan oleh rendahnya kualitas
dan standar hidup masyarakat, akan tetapi banyak indikator yang menyebabkan
angka kemiskinan terus bertambah. Indikator ini antara lain disebabkan oleh
tingginya angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, serta
tidak meratanya akses terhadap layanan dan fasilitas pendidikan yang memadai.
Rendahnya keahlian seseorang disebabkan oleh pendidikan yang rendah.
Indikator kualitas sumber daya manusia dapat dilihat melalui indikator IPM
sebagai perwakilannya. Indeks Pembangunan Manusia mencakup aspek
pendidikan, usia harapan hidup, kesehatan, serta pengeluaran rumah tangga.
Disamping itu, suatu negara dikatakan sejahtera apabila nilai IPM negara tersebut
semakin tinggi. Tidak hanya itu, kesejahteraan suatu negara dapat dilihat melalui
pertumbuhan ekonominya yang dapat diukur melalui PDRB suatu daerah.
Indonesia sempat menembus keterpurukan ditengah krisis ekonomi pada saat
pandemi covid-19. Meskipun angka kemiskinan tinggi, akan tetapi Indonesia
mampu melewati krisis ekonomi dengan adanya kenaikan (surplus) pertumbuhan
ekonomi dibanding dengan negara lain.
Penelitian ini menggunakan teori kemiskinan yang dikemukakan oleh Anne
Booth yang menjabarkan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan
di masyarakat. Dalam bukunya yang berjudul “Colonial Legacies” Anne banyak
menjabarkan mengenai bagaimana standar hidup manusia dapat berubah, dan apa
saja Solusi dalam mensejahterakan rumah tangga. Adapun faktor-faktor penyebab
kemiskinan yang dijelaskan oleh Anne antara lain faktor ekonomi, sosial budaya,personal dan fisik, keterbatasan akses, serta kondisi geografis suatu wilayah. Anne
juga menyinggung bahwasanya kurangnya keahlian dapat menyebabkan
pengangguran dan menurunnya standar hidup layak yang pada akhirnya
menambah angka kemiskinan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwasanya variabel Indeks Pembangunan
Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di
Indoensia, Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia, serta tingkat pengangguran terbuka
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia.
Upaya yang dilakukan dalam menekan angka kemiskinan dan mendorong
kesejahteraan manusia menjadi lebih baik antara lain peningkatan pendidikan
serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Pemerataan bagi pelayanan dan
sistem pendidin sangat diperlukan terlebih lagi pada daerah-daerah terpencil yang
masih sangat perlu untuk diperhatikan. Angka pengangguran juga perlu untuk
ditekan, hal ini bisa diupayakan dengan menyediakan lapangan kerja sebanyak banyaknya. Pelatihan bagi calon pekerja juga diperlukan untuk membekali mereka
dalam ilmu dan keterampilan sehingga mampu memenuhi kebutuhan permintaan
pasar kerja. Perlunya program-program yang relevan dengan kebutuhan saat ini,
tentunya program-program yang direncanakan harus direalisasikan dan perlu
bantuan pemerintah di dalamnya.
Description
Reupload file repository 13 februari 2026_Arif/Halima
