Collaborative Governance dalam Pengembangan Wisata Edukasi Batik di Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan Wisata Edukasi Batik di Desa Wisata Sido Mulyo Kabupaten Jember dengan konsep collaborative governance. Desa wisata merupakan inovasi pengembangan kedaerahan yang menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, budaya, sosial-masyarakat dengan cara pelestarian budaya dan destinasi wisata daerah. Dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwsata Berkelanjutan kriteria pariwisata berkelanjutan dapat diterapkan dalam skala kecil seperti taman nasional, komunitas lokal dan desa wisata. Menurut Dewi, dkk. (2013) Desa wisata merupakan salah satu bentuk penerapan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan melalui pengembangan desa wisata diharapkan terjadi pemerataan yang sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata yang berkesinambungan. Di samping itu, keberadaan desa wisata menjadikan produk wisata lebih bernilai budaya pedesaan sehingga pengembangan desa wisata bernilai budaya tanpa merusaknya. Dengan otonomi diharapkan daerah mampu mengidentifikasi peluang potensi sumber daya yang ada. Desa Sidomulyo ditetapkan sebagai desa wisata oleh Keputusan Bupati Kabupaten Jember nomor 188.45/357/1.12/2022. Desa Sidomulyo memiliki sejumlah lokasi wisata budaya dan wisata alam yang potensial untuk dikembangkan seperti, Fosil Akar, Rumah Batik, Raja Domba, Sendang Tirto, Industri Kopi, Homestay D’Sid, Jajan Tradisional. Beberapa wisata di Desa Sidomulyo tersajikan. Desa Wisata Sidomulyo merupakan satu-satunya desa di Jember yang masuk 50 besar penghargaan anugerah desa wisata Jawa Timur 2022 bersama desa wisata lainnya di seluruh daerah Jawa Timur. Salah satu wisata andalan desa wisata sidomulyo yaitu wisata edukasi batik atau rumah batik. Berdiri sejak 2017, usaha batik ini terbentuk dari Gerakan Pemuda Sidomulyo. Dengan tujuan awal untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui usaha membatik, sehingga mengantarkan batik sidomulyo menjadi salah satu ikon desa sidomulyo. Dalam pengembangnya, wisata edukasi batik juga berkolaborasi dengan perusahan ketenagalistrkan yaitu PLN. PLN dan kelompok masyarakat penanggung jawab wisata edukasi batik bekerja sama untuk pengadaan proses pelatihan batik kepada masyarakat sidomulyo lainnya. PLN disini juga berkonstribusi dalam anggaran untuk memaksimalkan produksi dan pengembangan wisata edukasi batik. Wisata edukasi batik kemudian mengembangkan lebih lanjut dengan membentuk struktur kepengurusan penanggung jawab wisata batik sidomulyo Keberhasilan pengembangan desa wisata sidomulyo tentunya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung proses pengembangan desa wisata ini. Untuk mengoptimalkan pengembangan ini dibutuhkan daya dukung yang tidak dapat dijalankan oleh salah satu aktor saja. Keterlibatan atau kolaborasi beberapa pihak menjadi salah satu faktor keberhasilan pengembangan desa wisata sidomulyo. Dapat diartikan bahwa, salah satu faktor keberhasilan pengembangan desa wisata sidomulyo yakni mengaplikasikan konsep collaborative governance.

Description

Reupload File Repository 9 Juni 2026_Yudi Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 9 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By