Pengembangan Video Animasi Motion Graphic untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak dalam Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Cerita Pada Siswa Kelas V SDN Jenggawah 03 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Keterampilan berbahasa ada empat salah satunya adalah keterampilan menyimak. Komunikasi lisan mencakup kemampuan menyimak dan berbicara. Perkembangan bahasa siswa berperan penting dalam kemampuan menyimak, semakin banyak kosa kata yang dimiliki, semakin mudah mereka dapat memahami materi yang disimak. Menyimak juga merupakan kegiatan mendengarkan dengan cara yang aktif dan kreatif untuk mendapatkan informasi, memahami isi atau pesan, serta memahami makna dari komunikasi lisan. Tujuan utama dari pembelajaran menyimak adalah melatih peserta didik agar mampu memahami bahasa lisan dengan baik. Cara memastikan bahwa kegiatan menyimak dapat berjalan secara optimal dan efektif, guru harus memperhatikan, situasi lingkungan, serta aspek kebahasaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui nilai asesment ulangan harian pada siswa kelas V SDN Jenggawah 03 Jember, pembelajaran Bahasa Indonesia, di mana rata-rata nilai siswa masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan hanya terdapat 3-4 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM. Kondisi ini menunjukkan adanya kekurangan dalam peningkatan keterampilan menyimak siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya fokus peserta didik saat mendengarkan cerita yang disampaikan guru. Oleh karena itu, dikembangkanlah media pembelajaran untuk mendukung siswa dalam meningkatkan kemampuan menyimak berupa video animasi motion graphic. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah a) bagaimanakah proses pengembangan media pembelajaran animasi motion graphic untuk meningkatkan keterampilan menyimak dalam mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pada siswa kelas V SDN Jenggawah 03 Jember yang valid, efektif, dan praktis? dan b) bagaimanakah hasil kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan pengembangan media pembelajaran animasi motion graphic untuk meningkatkan keterampilan menyimak dalam mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pada siswa kelas V SDN Jenggawah 03 Jember. Berdasarkan rumusan masalah tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan video animasi motion graphic yang valid, efektif, dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model penelitian ADDIE yang terbagi menjadi lima tahap yakni tahap analisis untuk mengetahui daftar kebutuhan guru dan peserta didik. Tahap perencanaan untuk mempersiapkan instrumen penelitian yang digunakan. Penentuan bahan ajar, merancang modul ajar, serta alat ukur keefektifan produk, serta instrumen lain yang dapat membantu proses pengembangan produk. Tahap pengembangan berfokus pada pengembangan video yang telah dirancang sesuai kebutuhan objek penelitian, tentunya dengan melalui proses validasi sebelum digunakan dalam penelitian. Tahap implementasi adalah proses penerapan video dalam pembelajaran saat penelitian, dan tahap evaluasi dilakukan dengan mengakumulasikan data yang telah terkumpul terkait kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan produk yang dikembangkan. Perolehan nilai dari validator, skor angket respon siswa, serta nilai pre-test dan post-test menjadi sumber perhitungan data untuk penarikan kesimpulan dan penilaian produk pengembangan. Validasi produk video animasi motion graphic memiliki tingkat kevalidan yang dengan skor 89%, masuk dalam kategori layak karena berada dalam rentang 81,00-100. Nilai tersebut diperoleh dari penilaian yang diberikan oleh validator ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Hasil perhitungan uji keefektifan produk menggunakan N-gain score, tes hasil belajar siswa mencapai nilai 59,23% dengan kategori cukup efektif, sehingga menunjukkan bahwa video animasi motion graphic termasuk dalam kategori sedang dengan nilai sebesar 0,59. Hasil uji kepraktisan melalui respon peserta didik menunjukkan nilai 97 dengan kategori sangat praktis, masuk kategori sangat praktis sebab ada pada rentangan nilai 81,00- 100. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa video animasi motion graphic dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik serta video animasi tersebut telah memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis. Proses pengembangan yang dilakukan mengikuti prosedur pada model penelitian ADDIE yakni, analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Beberapa saran yang ditujukan pertama untuk guru, video animasi motion graphic dapat dijadikan media alternatif dalam memberikan atau membuat materi pembelajaran lebih menarik karena terbukti dapat meningkatkan keterampilan menyimak. Saran yang kedua untuk peneliti lain adalah dapat melanjutkan penelitian ini di tingkat pendidikan yang berbeda atau dalam konteks pembelajaran yang beragam.

Description

Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudi H/Ardi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By