Nama Sapaan Masyarakat Madura Di Desa Ledokombo Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa memiliki kebutuhan untuk
berinteraksi dengan sesamanya, yakni memerlukan alat yang digunakan untuk
menyampaikan pikiran, perasaan, dan kemauannya agar dapat melangsungkan
hubungan dengan komunitasnya, yang disebut dengan bahasa. Penggunaan bahasa di
dalam masyarakat tentu tidak hanya satu jenis bahasa, melainkan dua atau lebih
bahasa yang digunakan. Hal itulah yang menimbulkan adanya suatu variasi bahasa.
Setiap variasi yang terjadi dapat ditemukan di lingkungan masyarakat dalam
berinteraksi atau berkomunikasi. Komunikasi setiap anggota masyarakat salah
satunya berupa sebuah tegur sapa antarsetiap anggota masyarakat. Tegur sapa
tersebut merupakan kegiatan interaksi sosial yang dilakukan jika berjumpa dengan
teman, rekan kerja, keluarga, dan lainnya.
Berdasarkan observasi awal ditemukan sebuah interaksi tutur sapa pada
masyarakat Madura di Desa Ledokombo, yaitu nama sapaan yang tidak sesuai dengan
nama diri orang tersebut, sangat menyimpang dan tidak mempunyai keterkaitan dari
orang yang bersangkutan. Hal itulah yang melatar belakangi penelitian ini untuk
dilakukan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah
wujud nama sapaan pada masyarakat Madura di Desa Ledokombo Kabupaten
Jember? (2) Bagaimanakah konteks yang melatarbelakangi nama sapaan masyarakat
Madura di Desa Ledokombo Kabupaten Jember?
Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif
etnografi. Sumber data pada penelitian ini adalah hasil observasi dan wawancara dari
masyarakat Madura di Desa Ledokombo Kabupaten Jember dan data dalam
penelitian ini, yaitu adalah kata atau frasa nama sapaan beserta variasinya dan konteks yang melatarbelakangi nama sapaan pada masyarakat Madura di Desa
Ledokombo Kabupaten Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan rekam. Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis data model Etnografi-Spradley
(1979) dan pemberian kode. Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap
penyelesaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud nama sapaan masyarakat Madura
di Desa Ledokombo memiliki 6 variasi yaitu: a) Nama sapaan berdasarkan kemiripan
dengan orang lain dan perilaku hewan, b) Nama sapaan berdasarkan nama makanan,
c) Nama sapaan berdasarkan kebiasaan atau pekerjaan yang dilakukan, d) Nama
sapaan berdasarkan nama bapak atau ibu, e) Nama sapaan berdasarkan bulan
kelahiran pada tahun Hijriah, dan f) Nama sapaan berdasarkan pemberian masyarakat
yang tidak memiliki hubungan dengan orang yang terkait. Konteks yang
melatarbelakangi hadirnya nama sapaan tersebut yaitu: a) Konteks bercanda atau
bergurau, b) Konteks pembeda, c) Konteks kebiasaan, d) Konteks kemudahan
pelafalan, dan e) Konteks pergeseran objek.
Berdasarkan hasil penelitian di atas diperoleh suatu temuan 1) dalam
menggunakan nama sapaan terhadap seseorang sangat perlu memperhatikan perasaan
orang yang hendak disapa, berkenan atau tidak, 2) perlu menghindari penggunaan
nama sapaan yang negatif.
Jadi nama sapaan yang tidak mempunyai hubungan atau keterkaitan dengan
sang penyandang nama dapat menjadi identitas diri ditentukan oleh proses sosial
masyarakat sekitar. Jika masyarakat membiasakan menggunakan nama sapaan dan
penyandang nama berkenan dengan nama sapaan terhadap dirinya, maka nama
sapaan tersebut akan menyebar luas ke masyarakat lain. Begitu juga sebaliknya, jika
sang penyandang nama sapaan kurang berkenan dengan nama sapaan yang diberikan,
hendaknya bagi masyarakat untuk tidak menggunakan nama sapaan tersebut.
Description
reupload file repositori 9 april 2026_kurnadi/fani
