Analisis Dinamis Gedung A.G. Pringgodigdo Kampus B Unair Surabaya dengan Metode Pushover Analysis
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Gedung A.G. Pringgodigdo, Kampus B Universitas Airlangga, Surabaya,
merupakan gedung bertingkat tinggi dengan 15 lantai yang dibangun di wilayah
rawan gempa. Sebagai kota besar yang dilalui jalur gempa aktif, Surabaya
membutuhkan desain bangunan yang mampu menahan beban dinamis akibat
gempa. Gedung ini memiliki berbagai ketidakberaturan horizontal dan vertikal,
seperti ketidakberaturan torsi, sudut dalam, diskontinuitas diafragma, serta
kekakuan tingkat lunak dan geometri vertikal. Hal ini menjadikannya objek
penelitian untuk menilai respons dinamis dan kinerja struktur terhadap beban
gempa. Penelitian ini dilakukan menggunakan pedoman SNI 1726:2019, ATC-40,
dan FEMA-356, dengan metode analisis dinamis berbasis perangkat lunak ETABS
v21.
Tahapan penelitian meliputi pemodelan struktur, analisis beban gempa
statik dan dinamik, evaluasi ketidakberaturan struktur, serta simulasi pushover
untuk menentukan tingkat kinerja gedung. Metode Response Spectrum digunakan
untuk menganalisis respons dinamis, sedangkan Pushover Analysis digunakan
untuk menilai kapasitas inelastis struktur. Target perpindahan yang dihasilkan dari
analisis adalah 52,48 mm pada arah X dan 50,48 mm pada arah Y. Nilai drift total
maksimum sebesar 0,000366 untuk arah X dan 0,000533 untuk arah Y
menunjukkan bahwa gedung masih berada dalam batas aman. Hasil simulasi
pushover menunjukkan bahwa gedung berada pada level kinerja Immediate
Occupancy, yang berarti kerusakan struktural dan non-struktural sangat terbatas,
serta gedung tetap aman digunakan pasca-gempa.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakberaturan struktur, seperti sudut
dalam, torsi, dan kekakuan tingkat, memengaruhi gaya gempa dan perpindahan
yang terjadi. Model gerak ragam memengaruhi arah gerak gempa dengan hasil
periode getar sebesar 0,678 detik masih berada pada rentang periode minimum dan
periode maksimum. Arah gerak gempa memengaruhi respon struktur gedung
tidakberaturan tingkat tinggi dengan nilai R-square pengaruh ketidakberaturan
sudut dalam terhadap perpindahan sebesar 0,9598 (X) dan 0,7064 (Y),
ketidakberaturan kekakuan tingkat lunak terhadap gaya gempa sebesar 0,8861 (X)
dan 0,8721 (Y), serta ketidakberaturan kekakuan tingkat lunak terhadap simpangan
sebesar 0,9153 (X) dan 0,8985 (Y). Analisis koefisien perpindahan menunjukkan
hasil yang konsisten dengan spektrum kapasitas, menegaskan bahwa desain struktur
gedung telah memenuhi standar keamanan untuk wilayah rawan gempa. Dengan
demikian, penelitian ini memberikan evaluasi komprehensif terhadap kinerja
struktur gedung bertingkat tinggi, sekaligus mendukung pengembangan desain
bangunan tahan gempa berbasis metode Performance-Based Seismic Evaluation.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
