Hubungan Efikasi Diri dengan Distres Spiritual pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di RSD dr. Soebandi Jember
| dc.contributor.author | Endah Juliana Setyaningrum | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-16T08:02:40Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-11 | |
| dc.description | Finalisasi_Maya_16 Juni 2026 | |
| dc.description.abstract | Penyakit gagal ginjal kronis merupakan salah satu kondisi kronis dan terminal yang dapat memicu perubahan dalam berbagai aspek kehidupan pasien salah satunya yaitu spiritual. Distres dapat terjadi pada pasien dengan penyakit kronis sebagai akibat dari perubahan fisik dan psikologis serta kegagalan mekanisme koing yang bersifat muldimensional dan dapat mempengaruhi spiritual. Gangguan spiritual yang dialami pasien dapat berdampak terhadap peningkatan gejala fisik dan psikososial. Efikasi diri berperan sebagai sumber mekanisme koping dalam menghadapi stressor. Individu yang memiliki efikasi diri tinggi memandang tantangan sebagai suatu hal yang harus diatasi bukan sebagai ancaman yang harus dihindari. Penelitian ini menggunakan variabel independen efikasi diri dan variabel dependen distres spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan distres spiritual pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSD dr. Soebandi Jember. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 135 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah General Self Efficacy Scale (GSES) dan Spiritual Distres Scale (SpiDisCl). Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa memiliki median efikasi diri 39 dengan skor minimum 27 dan skor maximum 50. Sedangkan untuk median distres spiritual 20 dengan skor minimum 0 dan skor maximum 73. Hasil uji statistic menggunakan uji spearman rank terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri dan distres spiritual namun kekuatan sangat lemah dan negatif yang berarti semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah distres spiritual. Efikasi diri berperan dalam adaptasi stress pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Efikasi diri yang tinggi akan mendorong pasien untuk merespon dan beradaptasi dengan mekanisme koping adaptif. Dalam menghadapi situasi dan tuntutan yang menekan diperlukan mekanisme koping. Mekanisme koping pasien hemodialisa dipengaruhi oleh efikasi diri dimana efikasi diri yang baik berkaitan dengan mekanisme koping yang baik, sebaliknya rendahnya efikasi diri berkaitan dengan mekanisme koping yang kurang. Individu yang memiliki mekanisme koping tidak efektif akan merasa lebih tertekan dalam menghadapi stressor dan menyebabkan stress. Stress yang berkepanjangan dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan distress. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ns. Nur Widayati, S.Kep., MN. Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Siswoyo, S.Kep., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9028 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Penyakit Ginjal Kronis | |
| dc.title | Hubungan Efikasi Diri dengan Distres Spiritual pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di RSD dr. Soebandi Jember | |
| dc.type | Other |
