Pengaruh PjBL dengan Pendekatan EDP terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis IPA Siswa SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran IPA jenjang SMP berfokus pada pengembangan dan
pemahaman konsep ilmiah yang diperoleh dari fenomena sehari-hari melalui
serangkaian proses penyelidikan. Pembelajaran IPA perlu dirancang secara
menyeluruh untuk memperkuat pemahaman dan meningkatkan kemampuan
berpikir kritis siswa SMP. Kemampuan berpikir kritis diperlukan untuk menelaah
serta mengevaluasi informasi dengan cermat. Namun, kemampuan berpikir kritis
IPA siswa SMP di Indonesia masih rendah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan
hal tersebut disebabkan pembelajaran IPA yang masih teoritis, kurang melibatkan
siswa, serta penerapan model pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan
siswa. Model PjBL dengan pendekatan EDP merupakan solusi dari rendahnya
kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada pelajaran IPA yang dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Tahapan kegiatan PjBL dengan
pendekatan EDP mampu meningkatkan berpikir kritis siswa melalui mendesain
proyek, serta pengumpulan data dalam menganalisis masalah. Tujuan penelitian ini
untuk mengkaji pengaruh model PjBL dengan pendekatan EDP terhadap
peningkatan kemampuan berpikir kritis IPA siswa SMP.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment yang dilaksanakan di SMPN 5
Jember di kelas VII pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 pada bulan
Oktober minggu ke-3 dan ke-4. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling
dengan kelas VIIC sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIA sebagai kelas kontrol.
Kelas eksperimen diberikan perlakuan model PjBL dengan pendekatan EDP
sedangkan kelas kontrol diberi model PjBL yang biasa diterapkan di sekolah. Data
diperoleh melalui tes dan analisis menggunakan uji N-Gain, uji normalitas, uji
independent sample t-test, dan uji t-pihak kanan untuk mengetahui pengaruh
perlakuan terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siawa SMP.
Pembelajaran dilakukan sebanyak empat kali pertemuan yaitu memberikan
soal pre-test dan dilanjutkan memberi materi subbab suhu dan kalor yang kemudian
dilanjutkan dengan memberikan soal post-test di akhir pembelajaran. Kemampuan
berpikir kritis diperoleh dari hasil uji normalitas N-Gain meggunakan kolmogorovsmirnov memperoleh skor 0, 200 untuk kelas eksperimen dan skor 0,133 untuk
kelas kontrol. Uji independent Sample T-Test memperoleh skor 0,005 (sig. ≤ 0,05)
dan uji t-pihak kanan memperoleh skor 2.934 > 1,696.
Tahapan PjBL yang dipadukan dengan pendekatan EDP mendorong siswa
untuk mempelajari konsep IPA melalui langkah-langkah yang terstruktur, mulai
dari perancangan proyek hingga tahap pengujian dan evaluasi produk berdasarkan
materi suhu dan kalor. Melalui proses tersebut, kemampuan berpikir kritis siswa
dapat berkembang secara lebih terarah. Berdasarkan penjabaran tersebut, maka
dapat disimpulkan model PjBL dengan pendekatan EDP berpengaruh signifikan
terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis IPA Siswa SMP.
Description
Validasi file repositori 3 Juni 2026_Firli
