Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Pola Pikir Matematis Siswa Smp Dalam Menyelesaikan Persoalan Statistika

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pola pikir matematis siswa SMP pada materi statistika. Latar belakang penelitian ini adalah implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa, namun pada praktiknya di SMP Negeri 1 Panti, pembelajaran matematika masih berlangsung seragam. Kondisi ini berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal, yang mengindikasikan bahwa pola pikir matematis siswa belum berkembang sepenuhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi- Experimental Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah dua kelas VIII di SMPN 1 Panti yang dipilih melalui purposive sampling: kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan VIII F sebagai kelas kontrol. Perlakuan dilaksanakan dalam tiga pertemuan yang mencakup pretest, asesmen diagnostik gaya belajar (VARK), implementasi pembelajaran berdiferensiasi, dan posttest. Di kelas eksperimen, siswa dikelompokkan berdasarkan gaya belajar dan menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang khusus sesuai preferensi mereka. Untuk menjawab rumusan masalah, data posttest dari kedua kelas dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,151. Karena nilai signifikansi ini lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada kemampuan pola pikir matematis antara siswa yang menerima pembelajaran berdiferensiasi (kelas eksperimen) dengan siswa yang menerima pembelajaran konvensional (kelas kontrol). Meskipun secara statistik tidak menunjukkan keunggulan, temuan kualitatif dari hasil wawancara dan observasi menunjukkan adanya respons positif di kelas eksperimen. Siswa dilaporkan merasa lebih mudah memahami materi, menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi, serta lebih aktif dalam diskusi ketika proses pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar mereka. Namun, dampak positif pada keterlibatan belajar ini tidak cukup untuk menghasilkan perbedaan hasil akhir yang signifikan secara statistik jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif, disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pola pikir matematis siswa dalam menyelesaikan persoalan statistika jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

Description

Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By