Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal di Desa Grenden untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP
| dc.contributor.author | Miranda Hera Andadari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T01:37:59Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-25 | |
| dc.description | Reupload file repositori 04 Feb 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Literasi sains menjadi hal yang penting untuk dimiliki oleh siswa seiring dengan perkembangan pengetahuan. Namun, literasi sains siswa SMP di Indonesia masih tergolong kategori rendah dibandingkan negara lainnya. Berdasarkan hasil skor PISA 2022 Indonesia mengalami penurunan sebanyak 12 poin serta beberapa penelitian lainnya juga menunjukkan masih rendahnya literasi sains pada siswa SMP. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya literasi sains seperti, kurangnya minat siswa membaca ketika pembelajaran, perangkat pembelajaran yang digunakan hingga penggunaan bahan ajar. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti akan melakukan penelitian terkait Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal di Desa Grenden untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP. Tujuan dari penelitian dilakukan untuk mengkaji tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di desa grenden untuk meningkatkan literasi sains siswa SMP. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE oleh Branch (2009). SMP Negeri 1 Puger menjadi tempat penelitian ini berlangsung, tepatnya di kelas VII B dengan siswa sebanyak 31 tahun ajaran 2024/2025. Perolehan data validitas didapatkan melalui lembar validasi yang diisi oleh 3 validator ahli untuk menentukan validitas modul. Data kepraktisan pengunaan modul didapatkan berdasarkan lembar keterlaksanaan setiap pertemuan pembelajaran IPA yang diisi oleh 3 observer. Data keefektifan modul didapatkan berdasarkan pemberian evaluasi pada siswa berupa pretest sebelum uji coba modul dan posttest sesudah pembelajaran menggunakan modul pembelajaran IPA yang dikembangkan. Selain itu, keefektivan modul juga ditinjau menggunakan angket respon siswa yang diberikan setelah pembelajaran menggunakan modul telah selesai. Hasil analisis data validitas modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Desa Grenden mendapatkan persentase sebesar 89% dengan kategori sangat valid sehingga dapat diuji cobakan terhadap siswa. Hasil data kepraktisan berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan persentase 86% dan memenuhi kriteria sangat praktis. Hasil data keefektifan berdasarkan N-gain yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan dengan nilai sebesar 0,64 yang termasuk kategori sedang, lalu pada hasil angket respon siswa didapatkan persentase sebesar 84% dengan kategori baik. Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan pemaparan hasil di atas yaitu, Modul Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal yang dikembangkan mampu untuk meningkatkan literasi sains pada siswa SMP. Terbukti dari hasil kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan modul yang sudah memenuhi kriteria bahan ajar dan layak digunakan. Dengan demikian Modul Pembelajaran IPA berbasis Kearifan Lokal di Desa Grenden dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPA di SMP kelas VII. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd. DPA: Firdha Yusmar, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1396 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Modul Pembelajaran | |
| dc.title | Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal di Desa Grenden untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP | |
| dc.type | Other |
