Upaya Amerika Serikat Mengatasi Ancaman Keamanan Nasional Dari Cryptocurrency: Studi Kasus Tornado Cash
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Abstract
Kemunculan cryptocurrency membawa dilema keamanan baru, di mana
teknologi desentralisasi yang menawarkan privasi juga membuka celah bagi
aktivitas ilegal seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme. Penelitian ini
menganalisis respons kebijakan Amerika Serikat terhadap Tornado Cash, sebuah
protokol mixer kripto yang digunakan oleh Lazarus Group (afiliasi Korea Utara)
untuk mencuci dana hasil peretasan guna mendanai program senjata pemusnah
massal. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan studi literatur,
penelitian ini menerapkan teori Liberalisme Institusional dan konsep Keamanan
Nontradisional (Non-Traditional Security) untuk membedah strategi AS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya AS dilakukan melalui strategi
hibrida yang menggabungkan instrumen koersif domestik dan diplomasi
institusional. Secara domestik, AS melalui Office of Foreign Assets Control
(OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap smart contract Tornado Cash dan melakukan
penegakan hukum terhadap pengembangnya. Namun, menyadari keterbatasan
tindakan unilateral dalam menghadapi teknologi borderless, AS juga
memanfaatkan institusi internasional seperti Financial Action Task Force (FATF)
untuk menetapkan standar global (Travel Rule) dan berkoordinasi dengan otoritas
Belanda dalam penangkapan pelaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun
AS memiliki kekuatan hegemoni, kerja sama institusional tetap menjadi mekanisme
vital untuk mengurangi ketidakpastian dan menutup celah arbitrase regulasi dalam
tata kelola keamanan siber global.
Description
Reupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri
