Uji Hemolisis dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat Asal Sekum Ayam Pedaging
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Bakteri asam laktat (BAL) merupakan mikroflora yang umum ditemukan pada saluran pencernaan ayam pedaging terutama pada bagian sekum. Bakteri asam laktat mempunyai beberapa manfaat bagi unggas yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan mikroflora menguntungkan pada saluran pencernaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit gastrointestinal. Bakteri patogen pada saluran pencernaan dapat dihambat pertumbuhannya oleh senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat. Hal tersebut menjadikan ayam pedaging tidak rentan terhadap penyakit terutama penyakit gastrointestinal.
BAL banyak digunakan sebagai probiotik bagi unggas karena mempunyai sifat antagonis terhadap bakteri patogen serta dapat meningkatkan pertumbuhan ayam pedaging. Pemberian probiotik pada pakan ternak juga dapat meningkatkan efisiensi pakan dengan cara mengoptimalkan penyerapan nutrisi pakan pada saluran pencernaan terutama sekum. Tingkat penyerapan nutrisi yang optimal juga akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan pada ayam pedaging. Genus bakteri asam laktat yang umum digunakan sebagai probiotik yaitu salah satunya Lactobacillus. Penggunaan bakteri asam laktat sebagai probiotik untuk unggas harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya yaitu telah teruji keamanannya dan telah teridentifikasi spesiesnya.
Penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan yaitu peremajaan isolat BAL, uji aktivitas hemolisis, pembuatan inokulum, dan identifikasi secara biokimia dengan menggunakan Kit HiLacto KB020. Peremajaan isolat bakteri asam laktat dilakukan dengan menginokulasikan isolat pada media MRSB (de Man Rogosa and Sharpe Broth). Uji aktivitas hemolisis dilakukan dengan menggunakan isolat bakteri asam laktat yang diinokulasikan pada media agar darah. Isolat BAL yang tidak bersifat hemolisis kemudian diidentifikasi secara biokimia dengan menggunakan Kit HiLacto KB020 dan diinkubasi selama 24-48 jam. Identifikasi secara biokimia melibatkan uji hidrolisis esculin, uji katalase, dan uji fermentasi pada 10 jenis karbohidrat.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat 20 isolat BAL yang bersifat non patogen yang ditandai dengan tidak terbentuknya zona bening (α-hemolisis dan γ-hemolisis). Uji aktivitas hemolisis yang diperoleh dari penelitian ini juga diperoleh satu isolat terduga patogen yang ditandai dengan terbentuknya zona bening. Berdasarkan hasil identifikasi biokimia isolat BAL menggunakan Kit HiLacto KB020, diperoleh dua jenis Lactobacillus yaitu L. ferinthosensis dan L. coleohominis. Hasil identifikasi biokimia juga didapatkan 2 isolat yang tidak teridentifikasi spesiesnya karena hasil uji tidak sesuai dengan bagan interpretasi hasil yang tersedia pada kit.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar isolat bakteri terduga BAL asal sekum ayam pedaging bersifat non-patogen. Isolat bakteri BAL asal sekum ayam pedaging juga mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai probiotik bagi unggas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji parameter keamanan lain serta melakukan identifikasi molekuler terhadap isolat yang tidak teridentifikasi secara molekuler.
