Pengaruh Penambahan Molase dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Jamur merang menjadi komoditas pertanian yang digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki harga yang ekonomis dan mudah tumbuh pada media limbah. Jamur merang banyak dibudidayakan pada daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Namun, produksi jamur merang mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan produksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kesadaran petani terhadap teknologi dan inovasi, ketersediaan media tanam, dan kurangnya kandungan nutrisi didalamnya. Maka dari itu, diperlukan kombinasi media dari limbah pertanian dan penambahan nutrisi pendukung untuk meningkatkan pertumbuhan jamur merang. Limbah jerami merupakan limbah umum digunakan menjadi media tanam, karena memiliki kandungan yang sesuai dengan pertumbuhan jamur merang. Limbah lain yang dapat dimanfaatkan untuk media tanam jamur merang yaitu limbah blotong dan limbah tandan kosong kelapa sawit. Penunjang lain yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan jamur merang dengan penambahan nutrisi pendukung alternatif yaitu molase. Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi molase dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang (Volvariella volvacea). Penelitian dilaksanakan Desa Manggaran Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Jawa Timur pada bulan januari samapai dengan maret 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi molase yang terdiri dari empat taraf: kontrol (K1), konsentrasi molase 10% (K2), konsentrasi molase 20% (K3), dan konsentrasi molase 30% (K4). Faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari tiga taraf: komposisi media 100% jerami (M1), komposisi media 75% Jerami + 25% blotong tebu (M2), dan komposisi media 75% Jerami + 25% tandan kosong kelapa sawit (M3). Parameter yang diamati meliputi kecepatan panen, diameter tubuh buah, jumlah tubuh buah tiap panen, jumlah total tubuh buah, berat tubuh buah tiap panen, dan berat total tubuh. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam. Apabila terdapat perbedaan nyata di antara perlakuan maka dilakukan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi molase dan komposisi media berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah total tubuh buah dan berat total tubuh buah. Perlakuan konsentrasi molase 10% (K2) memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter pengamatan. Komposisi media 75% Jerami + 25% tandan kosong kelapa sawit (M3) menunjukkan hasil terbaik untuk jumlah dan berat tubuh buah. Kombinasi perlakuan konsentrasi molase 10% dan komposisi media 75% Jerami + 25% tandan kosong kelapa sawit (K2M3) menghasilkan jumlah total tubuh buah sebesar 85,67 buah dan berat total tubuh buah tertinggi sebesar yaitu 1499g.
Description
Reupload File Repository 18 Mei 2026_Yudi
Finalisasi Repo 23 Juni 2026_Yudi
