Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Bondowoso Bab VI IPAS Indonesiaku Kaya Budaya pada Kurikulum Merdeka Kelas IV SDN Maesan
| dc.contributor.author | Nadiyah Ika Nur Fitriyani | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T04:46:22Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-06 | |
| dc.description | Reupload file repository 19 Februari 2026_Ratna | |
| dc.description.abstract | Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang bermacam-macam di mana informasi akan lebih optimal agar siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami rancangan pembelajaran dan menguatkan kompetensi pendidikan. Guru memiliki kesempatan untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran di kelas dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. Melalui Kurikulum Merdeka, guru dapat memilih perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat belajar siswa. Kurikulum ini digunakan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/ SMK, Pendidikan Khusus dan Kesetaraan. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal Bondowoso bab VI IPAS Indonesiaku kaya budaya pada Kurikulum Merdeka kelas IV SDN Maesan Kabupaten Bondowoso? dan bagaimana kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal Bondowoso bab VI IPAS Indonesiaku kaya budaya pada Kurikulum Merdeka kelas IV SDN Maesan Kabupaten Bondowoso? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D) model Borg and Gall. Adapun 8 tahapan penggunaan model Research and Development (R&D) diantaranya: (1) penelitian pendahuluan, (2) perencanaan pengembangan produk, (3) pengembangan desain produk awal, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk awal, (6) uji coba penggunaan, (7) revisi desain produk, dan (8) uji coba keefektifan. Penelitian dilakukan di SDN Maesan kabupaten Bondowoso pada kelas IV. Hasil pengembangan bahan ajar berdasarkan analisis hasil validasi yang dinilai oleh para ahli dari bahan ajar yang dikembangkan mendapatkan hasil: (1) hasil validasi produk bahan ajar berdasarkan penilaian validator ahli media dan bahasa mendapatkan hasil 86%; dan (2) hasil validasi produk media pembelajaran berdasarkan penilaian validator ahli materi mendapatkan hasil 100%. Kesimpulan dari kedua hasil tersebut jika dikonsultasikan pada tabel kriteria hasil validasi termasuk dalam kategori sangat layak karena berada di rentang skor 81,00-100 dengan kategori “sangat layak”. hasil uji keefektifan internal, maka hasil keefektifan dari bahan ajar LKPD berbasis kearifan lokal Bondowoso diperoleh hasil sangat efektif yaitu 100% karena berada di rentang skor 81,00-100. Bahan ajar yang dikembangkan sangat efektif untuk proses pembelajaran. Saran yang dapat diberikan sebagai berikut: (1) bagi peserta didik, sebaiknya untuk lebih memahami materi melalui bahan ajar LKPD berbasis kearifan lokal agar mendapatkan hasil belajar yang baik; (2) bagi guru kelas IV, sebaiknya dapat mengembangkan media pembelajaran kognitif yang sesuai dengan materi pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan fokus peserta didik dalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik; dan (3) bagi penelitian lain, sebaiknya dapat dijadikan sumber rujukan dan bahan pertimbangan dalam melakukan pengembangan produk pengembangan yang sama, namun lebih dikembangkan lagi dengan inovatif dan kreatif menggunakan materi yang berbeda. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Chumi Zahroul Fitriyah, S.Pd., M.Pd DPA : Fajar Surya Hutama, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3734 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Kearifan Lokal | |
| dc.subject | LKPD | |
| dc.title | Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Bondowoso Bab VI IPAS Indonesiaku Kaya Budaya pada Kurikulum Merdeka Kelas IV SDN Maesan | |
| dc.type | Other |
