Determinan Pola Konsumsi Usia Produktif di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Disrupsi teknologi digital pada awal abad ke-21 membawa perubahan besar besaran secara fundamental terhadap sistem di seluruh dunia. Teknologi digital
yang semakin pesat telah berdampak besar pada masyarakat seperti mengubah
perilaku, metode komunikasi, dan penggunaan media. Pesatnya perkembangan
teknologi digital membutuhkan banyak inovasi baru agar seluruh kegiatan menjadi
cepat, efisien, aman, dan nyaman, terutama pada bidang keuangan. Financial
Technology hadir dengan menyesuaikan sektor keuangan terhadap perkembangan
teknologi dimana transaksi bertransformasi dari yang sebelumnya berbentuk
konvensional menjadi digital. Dengan integrasi mendalam antara teknologi internet
dan keuangan, aktivitas keuangan digital yang didukung oleh teknologi informasi
baru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem keuangan. Disisi lain,
perdagangan elektronik terus tumbuh dengan didukung utamanya oleh perubahan
perilaku konsumen. Sebelum beralih terhadap pembelian secara online, konsumen
terbiasa berbelanja dalam lingkungan pasar konvensional. Namun, dengan semakin
mudahnya akses internet dan kepercayaan terhadap beberapa platform e-commerce,
banyak masyarakat yang pada akhirnya beranjak ke pembelian online.
Teori yang melandasi konsumsi ditunjukkan oleh teori Absolute Income
Hypothesis oleh Keynes, dimana menyatakan bahwa pendapatan dan konsumsi
sendiri memiliki hubungan yang searah, apabila pendapatan mengalami
peningkatan maka konsumsi juga akan mengalami kenaikan namun proporsi
kenaikan konsumsi tidak sebesar peningkatan proporsi pendapatan. Kemudian ada
teori dari Carrol mengenai buffer-stock saving yang menjelaskan hubungan
tabungan dengan konsumsi. Serta teori dari Schumpeter yang menunjukkan konsep
inovasi yang terus berkembang, dalam hal ini meliputi layanan keuangan digital.
Hasil analisis regresi cross section menunjukkan bahwa secara bersamaan
variabel pendapatan, tabungan, dan, intensitas keuangan digital berpengaruh
signifikan. Secara parsial ditemukan bahwa variabel pendapatan berpengaruhpositif signifikan terhadap konsumsi. Meskipun di wilayah yang memiliki aktivitas
ekonomi yang tinggi, pendapatan masyarakat cenderung rendah sehingga
menyebabkan sebagian besarnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi
seperti kebutuhan makanan dan minuman. Variabel tabungan memiliki hubungan
negatif dan signifikan terhadap konsumsi. Pendapatan cenderung rendah yang
mendominasi sebagian besar masyarakat di kecamatan Sumbersari, Patrang, dan
Kaliwates menyebabkan lebih banyak membelanjakan pendapatannya untuk
kegiatan konsumsi. Variabel intensitas keuangan digital memiliki hubungan positif
dan tidak signifikan terhadap konsumsi. Dengan tingginya penetrasi internet, serta
kemunculan berbagai kemudahan yang ada pada penyedia layanan keuangan digital
memicu peningkatan konsumsi.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
