Analisis Pengendalian Kualitas Pada PCI Girder Menggunakan Metode Six Sigma (Dmaic) di PT Xyz

Abstract

Proses fabrikasi Prestressed Concrete I-Girder (PCI Girder) bentang 40,8 meter di PT XYZ masih mengalami fluktuasi ketidaksesuaian mutu berupa cacat fisik dominan seperti gelembung udara (air bubble) dan beton gompal. Permasalahan ini berpotensi memicu korosi tulangan, mengurangi umur layan, serta meningkatkan biaya kegagalan mutu (Cost of Poor Quality). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja kualitas operasional melalui metode Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) guna meminimalkan pekerjaan perbaikan (rework) dan meningkatkan efisiensi. Observasi difokuskan pada masa puncak produksi (25 Februari–19 Maret 2025) terhadap 170 segmen penyusun girder. Tahap Define mengidentifikasi 12 parameter Critical to Quality (CTQ) dari formulir Checklist Paska Demoulding dengan total 2.040 kesempatan cacat, di mana temuan kualitatif tambahan (seperti groutloss dan deformasi) tidak diikutsertakan guna menjaga validitas perhitungan statistik. Selanjutnya, tahap Measure menggunakan Peta Kendali U mengonfirmasi bahwa proses harian berjalan stabil. Perhitungan baseline menghasilkan tingkat keberhasilan (Yield) 88,87%, Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 111.275, dan kapabilitas Level 2,72 Sigma. Memasuki tahap Analyze, Diagram Pareto membuktikan bahwa 99,56% permasalahan didominasi oleh Air Bubble (73,57%) dan Gompal (25,99%). Penelusuran akar masalah melalui Fishbone Diagram yang diintegrasikan dengan catatan kualitatif lapangan mengidentifikasi beberapa pemicu utama, di antaranya: ketidakpatuhan pekerja terhadap prosedur pemadatan, jangkauan vibrator terbatas, deformasi panel cetakan baja, pelumasan tidak merata, pelepasan bekisting prematur, serta pemuaian suhu beton di atas 35°C.

Description

Finalisasi oleh agus 4 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By