Mplementasi Program Ppa-Pkh Tahun 2016 Untuk Mengembalikan Keberfungsian Sosial Pekerja Anak (Studi Terhadap Kegiatan Kepelatihan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang Pada Shelter Krai)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Sebuah usaha kesejahteraan anak penting untuk dilaksanakan, baik dari
pemerintah maupun dari setiap elemen masyarakat. Hal ini dikarenakan kondisi
anak masih lemah secara fisik maupun psikologis, mengingat mereka adalah
generasi penerus bangsa mendatang dalam sebuah masyarakat. Program PPAPKH
merupakan Program pemerintah yang dinaungi oleh Kementerian
Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mempunyai orientasi untuk menekan
jumlah pekerja anak di Indonsia salah satunya pada Kabupaten Lumajang pada
Shelter Krai. Pelaksanaan Program PPA-PKH di Kabupaten Lumajang terdiri dari
3 tahapan yaitu pra shelter, shelter dan pasca shelter. Melalui tiga tahapan
tersebut, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang mempunyai orientasi dan
berupaya untuk memberikan pemenuhan kebutuhan kepada anak putus sekolah
yang bekerja, salah satunya dengan pemberian materi secara berkala selama satu
bulan selama di shelter oleh tutor dan pemateri. Hal tersebut menunjukkan adanya
usaha kesejahteraan sosial dari pemerintah untuk masyarakat yang hanya terfokus
dengan pemberdayaan anak putus sekolah yang bekerja (pekerja anak) untuk
meningkatkan kapasitas anak, dan memenuhi hak-hak anak yang bermuara pada
Kesejahteraan anak. Kebermanfaatan dari program PPA-PKH dapat dirasakan
langsung oleh pekerja anak baik sebelum shelter, pada saat di shelter maupun
setelah selesai shelter dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan. Dinas
Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang sebagai organisasi pemerintah mempunyai
tanggung jawab yang lebih atas permasalahan pekerja anak di Kabupaten
Lumajang, sebab berkaitan dengan usia minumum seseorang dapat bekerja yaitu
ada pada usia 18 tahun keatas.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Implementasi Program PPA-PKH Tahun
2016 Untuk Mengembangkan Keberfungsian Sosial Pekerja Anak. Penelitian inu
menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian terletak pada Shelter Krai 1
dan Shelter Krai 2. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik
purposive, didapatkan informan pokok berjumlah 9 orang dan tambahan
berjumlah 6 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak
terstruktur, wawancara semi-struktur dan dokumentasi. Setelah terkumpul data
yang hendak diteliti kemudian dilakukan analisis untuk mendapatkan kesimpulan.
Pengujian keabsahan data menggunakan Triangulasi sumber. Data yang
dikumpulkan terkait dengan Implementasi Program PPA-PKH Tahun 2016 untuk
mengembalikan keberfungsian sosial pekerja anak selanjutnya dipaparkan secara
deskriptif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Program PPA-PKH
dimulai dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pasca program untuk dapat
mengembalikan keberfungsian sosial pekerja anak. Pada tahapan persiapan,
pelaksanaa program menyiapkan rencana stimulasi untuk memasuki shelter
(pelaksanaan). Selain itu terdapat proses pendampingan terhadap anak untuk
ditarik dari tempat mereka bekerja dan didaftarkan ke lembaga pendidikan sesuai
dengan rekomendasia antara pendamping dan anak. Kendala yang diperoleh
ketika pelaksanaan adalah sulitnya mengelola karakter anak yang awalnya sifat
anak ialah pekerja dan diubah menjadi karakter anak-anak. Pelaksanaan Program
PPA-PKH Tahun 2016 Pada Shelter Krai dapat dikatakan berhasil dibuktikan
dengan masuknya semua anak dampingan ke lembaga pendidikan.
Description
reupload file repositori 10 april 2026_kurnadi/citra
