Frekuensi Dan Distribusi Pigmentasi Oral Berdasarkan Status Merokok Orang Tua Pada Anak Usia 9–12 Tahun
| dc.contributor.author | Sultan Kevin Julio Bachtiar | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-29T08:19:08Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-13 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Ratna 29 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Perokok aktif adalah seseorang yang benar-benar memiliki kebiasaan merokok dan menjadikan rokok bagian dari hidupnya. Kebiasaan merokok memiliki dampak buruk terhadap status kebersihan rongga mulut, terlebih jika disertai dengan perilaku menjaga kebersihan gigi yang rendah. Jumlah perokok aktif bertambah sekitar 8,8 juta orang dalam satu dekade, meningkat dari 60,3 juta pada 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada 2021. Prevalensi Pengguna Tembakau Sekitar 34,5% dari total populasi dewasa (atau 70,2 juta orang) menggunakan tembakau Dalam data Riskesdas 2018 perokok pasif perempuan sebanyak 62 juta, dan laki-laki sebanyak 30 juta sehingga terdapat 92 juta perokok pasif di Indonesia. Sebanyak 11,4 juta anak usia 0-4 tahun terpapar asap rokok. Anak-anak sering kali menjadi korban pasif yang tidak menyuarakan keluhannya saat terpapar asap rokok. Ketika mereka mengeluh, respons orang tua cenderung mengabaikan atau justru menegur mereka. Akibatnya, anak-anak harus menanggung dampak buruk dari asap rokok lingkungan dengan rumah sebagai lokasi utama terjadinya paparan tersebut. Penelitian ini termasuk metode penelitian observasional deskriptif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah siswa-siswi kelas IV dan V di SDN 01 Sukorambi dan SDN 03 Sukorambi yang berjumlah 114 siswa dan dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok jenis kelamin, kelompok usia, kelompok status orang tua merokok, dan kelompok lokasi pigmentasi. Pemeriksaan dilakukan dengan sonde dan headlamp untuk memeriksa keberadaan pigmentasi oral serta dilakukan pencatatan pada lembar pemeriksaan. Data dianalisa dengan tabulasi dan disajikan dalam bentuk persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmentasi oral lebih banyak ditemukan pada anak yang memiliki riwayat orang tua perokok dan frekuensi dan distribusi pigmentasi oral tertinggi ditemukan pada daerah gingiva. | |
| dc.description.sponsorship | drg. Dyah Indartin Setyowati, M.Kes drg. Ayu Mashartini Prihanti, Sp.PM | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12421 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Pigmentasi Oral | |
| dc.subject | Frekuensi | |
| dc.subject | Distribusi | |
| dc.title | Frekuensi Dan Distribusi Pigmentasi Oral Berdasarkan Status Merokok Orang Tua Pada Anak Usia 9–12 Tahun | |
| dc.type | Other |
