Hubungan Antara Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dengan Hasil Belajar dan Retensi Siswa SMA di Jember yang Menerapkan Model Pembelajaran JIGSAW

dc.contributor.authorIntan Nur Aini
dc.date.accessioned2026-06-23T03:58:37Z
dc.date.issued2026-01-23
dc.descriptionReupload File Repository 18 Mei 2026_Yudi Approved by Teddy
dc.description.abstractKeterampilan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi utama yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam perkembangan ilmu pengentahuan dan teknologi di abad ke-21. Berdasarkan hasil studi PISA tahun 2022 menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya keterampilan berpikir kritis berdampak pada hasil belajar dan retensi siswa, yang menunjukkan kurangnya efektivitas model pembelajaran. Pembelajaran saat ini cenderung berfokus pada hafalan dan kurang melibatkan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Model pembelajaran Jigsaw dianggap efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar melalui kerja kelompok yang saling bergantung positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar dan retensi siswa dalam konteks penerapan model pembelajaran Jigsaw. Penelitian ini merupakan studi korelasional yang menempatkan keterampilan berpikir kritis sebagai variabel bebas, sementara hasil belajar dan retensi siswa berperan sebagai variabel terikat. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 2 kelas X5 dan X6 di sekolah SMA Negeri 4 Jember yang berjumlah 72 orang. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dengan hasil korelasi antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar siswa memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi korelasi < 0.001 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0.05, koefisien (R) 0.967 dan koefisien determinasi (R²) 93.5%. Keterampilan berpikir kritis juga memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi belajar siswa dengan nilai signifikansi korelasi < 0.001 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0.05, koefisien korelasi (R) sebesar 0.511, dan koefisien determinasi (R²) 26.1%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar siswa dengan kontribusi sebesar 93.5%, sementara 6.5% dipengaruhi faktor lain. Sementara itu, keterampilan berpikir kritis juga memiliki hubungan yang cukup signifkan dengan retensi belajar siswa dengan kontirbusi sebesar 26.1%, sementara 73.9% dipengaruhi faktor lain.
dc.description.sponsorshipDr. Bea Hana Siswati, S. Pd., M. Pd. - Hajar Syifa Fiarani, S. Si., M. Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9857
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectKeterampilan Berpikir Kritis
dc.subjectHasil Belajar
dc.subjectRetensi
dc.subjectModel Pemebelajaran JIGSAW
dc.titleHubungan Antara Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dengan Hasil Belajar dan Retensi Siswa SMA di Jember yang Menerapkan Model Pembelajaran JIGSAW
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Intan Nur Aini - 210210103104.pdf
Size:
2.87 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: