Analisis Keputusan Pembelian Konsumen terhadap Produk Kopi Bubuk Herbal Kapulaga
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kopi merupakan komoditas unggulan sektor perkebunan Indonesia yang memiliki peran strategis dalam aspek ekonomi dan sosial. Konsumsi kopi domestik menunjukkan tren positif dengan peningkatan dari rata-rata 1,0 kg/kapita pada 2013 menjadi 1,8 kg/kapita pada tahun 2023. Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah penghasil kopi utama di Jawa Timur, sekaligus menjadi lokasi berkembangnya inovasi hilirisasi kopi herbal oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Santuso II melalui produk kopi bubuk herbal kapulaga bermerek dagang "Cardamooa". Meskipun produk ini telah memperoleh legalitas P-IRT dan apresiasi dalam ajang Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022, data penjualan selama periode 2021-2024 menunjukkan kondisi yang cenderung fluktuatif. Kondisi ini diduga disebabkan oleh strategi pemasaran yang belum optimal salah satunya promosi yang belum optimal dan intens, persaingan produk kopi dan minuman herbal yang semakin ketat di pasar serta saluran distribusi yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap faktor bauran pemasaran pada produk "Cardamooa"; (2) menganalisis pengaruh faktor bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen "Cardamooa"; dan (3) menganalisis strategi pemasaran yang tepat bagi produk "Cardamooa" di Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jember yang dipilih secara purposive dengan pertimbangan sebagai daerah utama produksi dan pemasaran produk "Cardamooa". Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik dengan sampel sebanyak 80 responden konsumen yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria pernah mencicipi dan membeli produk "Cardamooa". Data yang digunakan berupa data primer dari wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu: (1) analisis deskriptif berskala Likert untuk mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap faktor bauran pemasaran; (2) analisis regresi logistik biner untuk menganalisis pengaruh faktor bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen; dan (3) analisis Importance Performance Analysis (IPA) untuk merumuskan strategi pemasaran produk "Cardamooa". Hasil penelitian menunjukkan: (1) persepsi konsumen terhadap faktor bauran pemasaran produk "Cardamooa" secara keseluruhan berada dalam kategori baik, dengan variabel produk memperoleh penilaian tertinggi dan variabel promosi memperoleh penilaian terendah. (2) Variabel harga, promosi, dan tempat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, sementara variabel produk tidak berpengaruh signifikan, dengan variabel promosi menjadi faktor yang paling dominan. (3) Strategi pemasaran yang direkomendasikan yaitu memprioritaskan perbaikan variabel harga melalui pengembangan variasi kemasan yang lebih terjangkau, meningkatkan aktivitas promosi melalui pengaktifan kembali media sosial secara konsisten, serta mempertahankan kinerja variabel produk dan tempat yang telah melampaui harapan konsumen.
Description
Validasi Rudy K
