Analisis LAI, LSM, LCC, dan LNC Tanaman Tebu Berdasarkan Data Remote Sensing Landsat 9
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Produktivitas dan kualitas tebu, khususnya kadar gula rata-rata merupakan
indicator penting dalam mendukung efisiensi produksi gula. Pengukuran kadar gula
secara konvensional di lapangan membutuhkan waktu dan biaya yang relatif besar,
sehingga diperlukan metode alternatif yang lebih efisien. Pemanfaatan teknologi
penginderaan jauh melalui citra satelit Landsat 9 memungkinkan pemantauan
kondisi biofisika dan biokimia tanaman secara spasial dan temporal. Parameter
yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Leaf Area Index (LAI), Leaf Surface
Moisture (LSM), Leaf Chlorophyll Content (LCC), Leaf Nitrogen Content (LNC),
serta Growing Degree Days (GDD) sebagai indikator akumulasi suhu pertumbuhan
tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model estimasi kadar gula
rata-rata tanaman tebu menggunakan metode Multivariate Linear Regression
(MLR). Data parameter vegetasi diperoleh melalui pengolahan citra Landsat 9
menggunakan Google Earth Engine (GEE), sedangkan data GDD dihitung
berdasarkan data suhu. Parameter-parameter tersebut digunakan sebagai variabel
independen, sedangkan kadar gula rata-rata digunakan sebagai variabel dependen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi parameter LAI, LSM, LCC, LNC,
dan GDD memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kadar gula rata-rata, dengan
nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,968. Hal ini menunjukkan bahwa model
yang dihasilkan mampu melakukan estimasi kadar gula tanaman tebu dengan
tingkat akurasi 96,8%. Dengan demikian, pendekatan penginderaan jauh dan
pemodelan MLR dapat digunakan secara efektif untuk mengestimasi kadar gula
tanaman tebu secara efisien.
Description
Finalisasi oleh Agus 27 Juli 2026
