Hidrogenolisis Gliserol Menjadi 1,3-Propanadiol dengan Katalis Molibdenum/Silika (Mo/SiO2) dan Pereaksi Asam Format
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Hidrogenolisis Gliserol Menjadi 1,3-Propanadiol dengan Katalis
Molibdenum/Silika (Mo/SiO2) dan Pereaksi Asam Format; Nur
Abqoriyah, 151810301046; 2019; 108 halaman; Jurusan Kimia Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember.
Material katalis berperan penting dalam mengkonversi gliserol
menghasilkan 1,3-PDO melalui reaksi hidrogenolisis. Katalis Mo/SiO2
dikenal sebagai katalis dengan harga murah dan sisi keasaman Bronsted yang
tinggi, dimana keasaman Bronsted berpengaruh terhadap pembentukan 1,3
PDO. Sumber hidrogen yang biasa digunakan berasal dari gas hidrogen,
namun gas hidrogen memiliki kelemahan sulit tereduksi dan terdifusi,
sehingga solusi yang ditawarkan adalah memberikan donor hidrogen dari
asam format. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untu meningkatkan
konversi gliserol dan selektivitas terhadap 1,3-PDO melalui variasi suhu
katalisis dan perbandingan mol asam format. Sehingga pada penelitian ini
akan dilakukan variasi suhu katalisis 180, 200, 220, dan 250 ºC dengan
perbandingan mol gliserol:asam format 1:1; 1:2; dan 1:4.
Katalis Mo/SiO2
yang sudah disintesis, diuji keasaman dengan FTIR-Piridin dan aktivitas
katalisisnya dengan menggunakan metode basah (wet catalysist). Hasil cairan
yang diperoleh dari berbagai variasi selanjutnya dianalisis dan diidentifikasi
komponen kimianya dengan menggunakan GC.
Hasil karakterisasi FTIR-Piridin menunjukkan jika 10%Mo/SiO2
memiliki keasaman Bronsted yang ditunjukkan dengan munculnya puncak
pada bilangan gelombang 1541 cm-1. Analisis yang pertama dilakukan
terhadap pengaruh variasi suhu. Semakin tinggi suhu katalisis (180 oC
sampai 250 oC) menyebabkan presentase konversi gliserol semakin
meningkat yaitu 21,631% sampai 59,291%. Semakin tinggi suhu reaksi dapat
menghasilkan jumlah gas H2 dari asam format yang semakin besar, sehingga
jumlah reaksi dengan gliserol semakin banyak. Selektivitas pembentukan produk 1,3-PDO juga mengalami peningkatan dengan meningkatnya suhu
katalisis dari 180 oC sampai 220 oC yaitu 0,068% sampai 0,616%. Namun,
semakin tinggi suhu reaksi yaitu 250 oC menyebabkan selektifitas terhadap
1,3-PDO menurun menjadi 0,261% karna banyak terbentuk produk lain.
Sedangkan analisis yang diperoleh pada variasi perbandingan mol asam
format adalah nilai konversi gliserol menurun dari 40,378% ke 15,512%
ketika mol asam format yang digunakan semakin besar (1:4). Selektivitas
pembentukan 1,3-PDO menurun pada 1:2 dari 0,616% ke 0,387% dan
meningkat menjadi 1,101% saat perbandingan 1:4. Secara teoritis jika jumlah
gas H2 yang terisolasi dalam sistem semakin banyak maka reaksi akan
berjalan semakin baik dan nilai konversi gliserol semakin besar, tetapi fakta
eksperimen menunjukkan sebaliknya yang dimungkinkan bahwa asam format
belum terpecah secara optimal.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang
diperoleh yakni konversi gliserol semakin meningkat seiring dengan
meningkatnya suhu dimana konversi tertinggi diperoleh pada suhu 250 ºC
dengan konversi sebesar 59,291 %. Namun, selektivitas 1,3-PDO tertinggi
diperoleh pada suhu 220 °C. Hal ini disebabkan karena pada suhu 250 °C
mulai terbentuk produk lain selain 1,3-PDO. Semakin besar mol asam format
yang ditambahkan, maka konversi yang diperoleh semakin kecil. Nilai
konversi tertinggi diperoleh pada perbandingan 1:1 dengan konversi sebesar
40,378 % dan selektivitas tertinggi pada perbandingan 1:4 dengan selektivitas
1,3-PDO sebesar 1,101%.
Description
Validasi file repositori 10 Juli 2026_Firli
