Analisis Aktivitas Antioksidan, Serat, dan Daya Terima Kue Bagiak Dengan Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylicereus polyrhizus)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik akan menyebabkan
berbagai komplikasi kronik. Salah satu upaya penaggulangannya yaitu
pengaturan jadwal makan. Selain makanan utama, makanan selingan (snack)
juga diperlukan dalam jadwal diet sebanyak 2-3 kali. Keterbatasan penderita
diabetes mellitus dalam memilih snack terutama yang dijual bebas menjadi
sangat sulit karena mayoritas mengandung gula sehingga tidak dianjurkan
untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak. Pada penderita diabetes mellitus kadar
antioksidan juga menjadi lebih rendah, sehingga selain mengkonsumsi
makanan dengan indeks glikemik yang rendah, juga diperlukan antioksidan
lain yang berasal dari luar untuk mengatasi kerusakan oksidatif dan membantu
pencegahan kompikasi klinis diabetes mellitus.
Buah naga sangat banyak diminati, namun kulit buah naga jarang sekali
dimanfaatkan sehingga hanya menjadi limbah begitu saja. Antosianin dari kulit
buah naga memiliki kadar aktivitas antioksidan sebesar 76,71% dan memiliki
kandungan serat mencapai 0,71 g /100 g dimana angka tersebut dapat lebih
tinggi dibandingkan dengan serat tepung tapioka. Dalam penelitian ini peneliti
tertarik untuk membuat kue bagiak sebagai makanan selingan (snack) yang
menjadi salah satu jajanan khas masyarakat Banyuwangi untuk penderita
diabetes mellitus.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh
penambahan ekstrak kulit buah naga merah sebesar 10%, 20%, dan 30%
terhadap aktivitas antioksidan, kadar serat, dan daya terima kue bagiak.
Penetapan proporsi tersebut mengacu pada penelitian sebelumnya tentang
penambahan bubur kulit buah naga merah dalam pembuatan kukis. Terbukti
bahwa ekstrak kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai bahan subtiten
tepung sebesar 10% dengan kriteria sangat suka. Aktivitas antioksidan dan
kadar serat yang tertinggi terdapat pada sampel X4 (30% ekstrak kulit buah
naga merah).
Penelitian ini menggunakan metode True Experimental dengan rancangan
Posttest-Only Design. Sampel uji aktivitas antioksidan dan kadar serat
menggunakan replikasi sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 12 sampel pada
masing-masing kelompok perlakuan. Sampel uji daya terima adalah 25 orang
penderita diabetes mellitus yang tergabung dalam kelompok prolanis di Kinik
Brawijaya Kabupaten Banyuwangi. Data hasil uji aktivitas antioksidan dan
kadar serat dianalisis menggunakan uji Analisis of Varians (ANOVA) , apabila
hasil uji One-Way ANOVA signifikan maka dilanjutkan dengan uji Mann
Whitney U Test. Data hasil uji daya terima dianalisis menggunakan non
parametric Friedman Test, jika signifikan dilanjutkan dengan Wilcoxon
Signed Rank Test.
Hasil Penelitian menggunakan ANOVA diketahui terdapat perbedaan yang
signifikan pada penambahan ekstrak kulit buah naga merah dengan proporsi
10%, 20%, dan 30% terhadap aktivitas antioksidan dan kadar serat. Aktivitas
antioksidan meningkat seiring dengan penambahan ekstrak kulit buah naga
merah, masing-masing nilainya adalah 0,86% pada X0, 8,28% pada X1,
15,73% pada X2, dan 23,30% pada X3. Kadar serat pada keempat perlakuan
memiliki nilai yang cenderung meningkat seiring dengan penambahan ekstrak
kulit buah naga merah, masing-masing kadar serat pada 4 taraf perlakuan yaitu
0,31% pada X0, 2,64% pada X1, 5,66% pada X2, dan 7,89% pada X3.
Berdasarkan uji hedonik, kue bagiak yang paling disukai panelis dari segi
warna, aroma, rasa, dan tekstur adalah kue bagiak dengan penambahan ekstrak
kulit buah naga merah sebesar 10% (X1). Daya terima yang meliputi rasa dan
tekstur pada 4 taraf perlakuan kue bagiak secara statistik memiliki perbedaan
secara signifikan, sedangkan daya terima warna dan aroma tidak berbeda
secara signifikan. Perlakuan kue bagiak yang direkomendasikan adalah
perlakuan dengan penambahan ekstrak kulit buah naga merah 10% (X1).
Description
Reupload file repositori 9 april 2026 agus/dea
