Analisis Keselamatan Kerja Pada Pengolahan Edamame Beku (Studi Kasus di PT. Mitratani Dua Tujuh)
| dc.contributor.author | Nisrin Umy Rofiqoh | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-24T02:00:03Z | |
| dc.date.issued | 2021-10-04 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 24 Februari 2026_Teddy/Hendra | |
| dc.description.abstract | Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu program yang dibuat pekerjan maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Tujuan dari dibuatnya K3 adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Salah satu contoh perusahaan yang kini makin berkembang dan banyak diminati bahkan hingga pasar internasional adalah frozen food industry seperti industri pembekuan edamame, hal ini dikarenakan di Indonesia, terutama Kota Jember sendiri memiliki hasil pertanian berupa edamame (Glycine max (L.) Mer.) dengan kualitas ekspor yang cukup baik. Kemajuan suatu industri, dapat dilihat dari produktivitas yang dihasilkan juga efisiensi tenaga kerja. Produktivitas suatu industri dapat terpengaruh dengan adanya masalah maupun risiko yang mungkin terjadi saat proses industri tersebut berjalan , selain itu produktivitas juga dapat terpengaruh oleh adanya perlatan penunjang industri yang semakin modern dan berkembang. Perkembangan teknologi yang semakin canggih akan mengakibatkan timbulnya risiko bahaya yang mungkin akan merugikan perusahaan maupun tenaga kerja. Suatu perusahaan akan mempunyai peluang lebih besar jika memiliki tenaga kerja dengan derajat Kesehatan yang tinggi sehingga akan meningkatkan produktivitas. PT. Mitratani Dua Tujuh (PT. M27) merupakan sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak pada usaha pengolahan hasil pertanian dengan spesifikasi produknya adalah edamame beku dan beberapa hasil pertanian lain yang dibekukan, seperti oura, buncis, dan sweet potato. Produk edamame beku merupakan salah satu produk utama yang diproduksi oleh PT. M27. PT. M27 dapat dibilang sebagai perusahaan industri yang cukup moderen, hal ini dapat dilihat dari proses produksinya banyak menggunakan tenaga mesin meskipun juga masih ada beberapa proses yang dilakukan secara manual, sehingga hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja seperti tersengat listrik, terjepit alat hingga terpeleset. Berdasarkan salah satu contoh data yang diperoleh dari bulan Agustus hingga Desember 2020 telah tercatat satu kejadian kecelakaan kerja pada tanggal 3 September 2020 yaitu pekerja tertabrak keranjang hingga kepala pekerja tertimpa keranjang yang mengakibatkan pekerja tersebut mengalami pusing. Tujuan dari penelitian ini adalah meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dengan cara mengidentifikasi bahaya risiko menggunakan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan mengevaluasi terjadinya kegagalan atau potensi terjadinya kecelakaan kerja DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penerapan metode FMEA untuk mengevaluasi potensi terjadinya kecelakaan kerja ini diharapkan dapat menekan atau menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja pada proses produksi edamame beku. Hasil dari penelitian tersebut diperoleh 11 risiko terjadinya kecelakaan kerja pada proses produksi edamame beku dari proses awal yaitu penerimaan bahan baku hingga proses pengemasan. 11 risiko kekelakaan terja tersebut diantaranya adalah terpeleset, tersengat listrik, terjepit mesin, kebisingan, terkilir, terbentur, terkena panas, tertimpa barang, tertabrak satu sama lain, tergores atau kulit lecet, terjatuh. Berdasarkan hasil analisa yang diperoleh melalui kuesioner dan perhitungan RPN yang telah dilakukan, potensi kecelakaan kerja yang memperoleh nilai RPN tertinggi yaitu kecelakaan kerja berupa tertimp barang dengan nilai RPN sebesar 27.377 dan dan tertabrak satu sama lain dengan nilai RPN sebesar 20.480. Rekomendasi yang dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja berupa tetimpa barang (keranjang) dapat diminimalisir dengan cara mengurangi tumpukan keranjang dari 20 tumpukan menjadi 10 hingga 15 tumpukan hingga tinggi dari tumpukan keranjang tersebut tidak begitu jauh dari rata-rata tinggi pekerja sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja sedangkan untuk Potensi terjadinya kecelakaan kerja berupa tertabrak satu sama lain saat proses memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya dapat diminimalisir dengan cara meningkatkan pengawasan terhadap pekerja agar saat memindahan barang dengan menggunakan troli lebih berhati-hati dan juga fokus untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Ida Bagus Suryaningrat, S.TP., M.M. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4170 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknologi Pertanian | |
| dc.subject | Edamame Beku | |
| dc.subject | Analisis Keselamatan | |
| dc.title | Analisis Keselamatan Kerja Pada Pengolahan Edamame Beku (Studi Kasus di PT. Mitratani Dua Tujuh) | |
| dc.type | Other |
