Analisis Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI SMAN 3 Jember dalam Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Dilatasi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Geometri merupakan salah satu bagian dalam lingkup matematika yang perlu dan penting untuk dipelajari siswa karena melalui pembelajaran geometri siswa akan memiliki pemikiran matematis dan dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya, geometri masih menjadi materi yang tergolong sulit untuk diselesaikan siswa, khususnya pada submateri dilatasi yang menjadi salah satu materi sulit untuk dipahami siswa SMAN 3 Jember. SMAN 3 Jember merupakan salah satu sekolah jenjang menengah atas negeri di Kabupaten Jember yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Pada kurikulum merdeka, kegiatan pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru (teacher centered), melainkan berpusat pada siswa (student centered). Sehingga, untuk mencapai tujuan pembelajaran student centered, semua pola pembelajaran merujuk pada keaktifan siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan pemilihan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa yaitu pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keaktifan belajar siswa kelas XI SMAN 3 Jember dalam pembelajaran berdiferensiasi pada materi dilatasi. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif yang dianalisis secara deskriptif dengan tempat yang digunakan untuk penelitian yaitu SMAN 3 Jember dengan pertimbangan hasil observasi peneliti di SMAN 3 Jember. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 3 Jember. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan instrumen yaitu perangkat pembelajaran berdiferensiasi, lembar observasi keaktifan belajar, dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan beberapa tahapan yaitu analisis hasil validasi instrumen, analisis data hasil observasi, analisis data hasil wawancara, dan triangulasi metode. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 – 30 Januari 2024 di kelas XI-6 yang terdiri dari 32 siswa, saat pembelajaran berdiferensiasi berlangsung dilakukan observasi keaktifan belajar siswa yang kemudian diperoleh rincian 11 siswa dengan keaktifan belajar sangat baik, 19 siswa dengan keaktifan belajar baik, dan 2 siswa dengan keaktifan belajar cukup. Berdasarkan rincian pengelompokkan keaktifan belajar siswa kemudian dipilih 2 subjek dari setiap tingkat keaktifan belajar sangat baik, baik, dan cukup untuk menelusuri pemicu keaktifan belajar yang dilakukan oleh subjek saat pembelajaran berdiferensiasi. Secara keseluruhan, siswa kelas XI-6 SMAN 3 Jember telah mencerminkan sub variabel keaktifan belajar siswa yaitu visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, dan mental activities. Keaktifan belajar visual activities memiliki persentase 85,94% tergolong dalam keaktifan sangat baik dengan faktor penghambatnya yaitu kebiasaan bermain ponsel, adanya penjelasan klasikal, dan kurangnya motivasi belajar setelah memahami materi serta faktor pemicunya yaitu rasa ingin tahu dan ingin belajar dengan sungguh-sungguh, sikap menghargai, serta menariknya penjelasan dan media pembelajaran. Keaktifan belajar oral activities memiliki persentase 54,69% tergolong dalam keaktifan baik dengan faktor penghambatnya yaitu kurangnya rasa percaya diri, suasana hati kurang baik dan kurangnya momen mengajukan pertanyaan serta faktor pemicunya yaitu rasa ingin tahu. Keaktifan belajar listening activities memiliki persentase 64,07% tergolong dalam keaktifan baik dengan faktor penghambatnya yaitu pengaruh teman, kurangnya motivasi belajar setelah memahami materi, dan suasana hati kurang baik serta faktor pemicunya yaitu sikap menghargai dan minat terhadap kegiatan diskusi. Keaktifan belajar writing activities memiliki persentase 64,07% tergolong dalam keaktifan baik dengan faktor penghambatnya yaitu tingkat pemahaman serta faktor pemicunya yaitu kebiasaan menulis rangkuman, minat terhadap kegiatan menulis, dan motivasi belajar. Keaktifan belajar mental activities memiliki persentase 84,38% tergolong dalam keaktifan sangat baik dengan faktor penghambatnya yaitu suasana hati kurang baik dan tingkat pemahaman materi serta faktor pemicunya yaitu minat terhadap kegiatan diskusi dan sikap menghargai.

Description

Reupload Repository 10 Februari 2026_Hasyim/Firdiana

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By