Pengaruh Paparan Debu terhadap Fungsi Paru pada Pekerja di PT Cement Puger Jaya Raya Sentosa Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

pascasarjana ilmu kesehatan masyarakat

Abstract

Gangguan fungsi paru pada pekerja industri di berbagai sektor merupakan salah satu penyebab tingginya kesakitan dan kematian pekerja yang diakibatkan oleh paparan debu di tempat kerja. Kualitas hidup manusia akan menurun dan metabolisme tubuh dapat terganggu akibat adanya gangguan fungsi pada paru. Gangguan fungsi paru pekerja terutama disebabkan karena debu industri termasuk debu semen. Fungsi paru pada pekerja pabrik semen penting untuk diteliti karena debu semen dapat menurunkan fungsi paru dan meningkatkan resistensi pernafasan yang berakibat pada meningkatnya kesakitan dan kematian pada pekerja pabrik semen Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan debu terhadap fungsi paru pada pekerja di PT Cement Puger Jaya Raya Sentosa Jember. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dangkan berdasarkan waktunya termasuk cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT Cement Puger Jaya Raya Sentosa Jember. Pengambilan data dilakukan pada ruang terbuka yaitu crusher, moci bahan baku, pembakaran, moci semen, packing, security, welder, dan operator loader, keseluruhan berjumlah 152 orang, dan ruang tertutup yaitu bagian office, laboratorium dan quality control yang meliputi analisa, instrument, pengontrolan, dan finishing, dan bagian control room, keseluruhan berjumlah 82 orang. Total populasi berjumlah 234 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 40 sampel, yang diambil secara proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu spirometer dan hasilnya dicatat dalam lembar observasi. Data yang diperoleh selanjutnya di analisis dengan menggunakan uji regresi ordinal untuk uji pengaruh dengan signifikansi (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden rata-rata 32 tahun, tinggi badan rata-rata 168 cm, berat badan rata-rata 65 kg, 67,5% responden merokok, 67,5% responden bekerja di ruang terbuka, 62,5% responden tidak rutin melakukan olahraga, 57,5% responden memakai APD berupa masker, 70,0% responden mendapatkan paparan debu di atas ambang batas 3 mg/m3, sedangkan 30,0% responden mendapatkan paparan debu di bawah ambang batas 3 mg/m3. Pekerja yang mengalami gangguan fungsi paru restriktif sebanyak 35%, obstruktif sebanyak 20,0%, kombinasi obstruktif dan restriktif sebanyak 12,5%, sedangkan 32,5% responden mempunyai fungsi paru normal. Secara simultan paparan debu dan karakteritik pekerja mempengaruhi fungsi paru sebesar 100% yang dilihat berdasarkan nilai Nagelkerke yaitu 1,000. Faktor yang memberikan pengaruh parsial secara signifikan adalah faktor paparan debu (pvalue=0,000), kebiasaan merokok (pvalue=0,001), ruang kerja (pvalue=0,001), kebiasaan olahraga (pvalue=0,004), pemakaian APD (pvalue=0,015), dan usia (pvalue=0,031), sedangkan berat badan (pvalue=0,237) dan tinggi badan (pvalue=0,736) tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Debu yang berada di pabrik sebagian besar merupakan debu semen yang sifatnya sangat halus dan tidak larut dalam air, sehingga sulit untuk dikeluarkan oleh lendir (mukus) dalam saluran nafas yang menyebabkan pengendapan dalam alveolus, hal ini akan menyebabkan paru tidak dapat mengembang dengan sempurna akibat endapan debu sehingga menyebabkan gangguan fungsi paru restriktif. Pada beberapa individu, dengan usaha yang maksimal, udara dapat masuk ke dalam paru dan mengembangkan paru, akan tetapi udara yang sudah terlanjur masuk ke dalam alveolus akan dihambat oleh endapan debu yang semakin banyak akan semakin besar pula hambatan pengeluaran udara yang mengakibatkan gangguan fungsi paru obstruktif. Oleh sebab itu, pekerja disarankan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri selama bekerja terutama yang bekerja di ruangan terbuka, dan bagi yang bekerja di ruangan tertutup diharapkan untuk menggunakan masker pada saat keluar dari ruangan, dan melakukan check up kesehatan secara rutin untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi paru agar dapat ditangani secara dini karena pekerja merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami gangguan fungsi paru akibat debu semen.

Description

reupload file repository 6 april 2026 izza/tofik

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By