Novel Hantu Belang Penunggu Makan Tak Bertuan Karya Erna Erdhiya: Kajian Psikologi Humanistik

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecurigaan terhadap lima kebutuhan bertingkat dalam novel Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan Karya Erna Erdhiya. Fenomena psikologi humanistik Abraham Maslow menggambarkan pemenuhan lima kebuthan betingkat pada tokoh dalam cerita sehingga menimbulan konflik dan alur seragam dengan pemenuhan aktualisasi diri selaku kebutuhan paling tinggi. Konflik yang muncul karena tokoh tambahan tidak mau lagi pergi ke masjid menumbuhkan aktualisasi diri pada tokoh utama. Oleh karena itu, novel Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Ena Erdhiya dianalisis untuk membuktikan kecurigaan tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap keterkaitan antarunsur struktural dan psikologi humanistik yang mencakup lima aspek kebutuhan bertingkat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Objek material berupa novel Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Ena Erdhiya. Objek formal didasarkan pada teori struktural dan teori psikologi sastra, khususnya psikologi humanistik Abraham Maslow. Satuan analisis berupa frasa, kalimat, aragraf, atau wacana yang menunjukkan unsur strukturan dan psikologi humanistik Abraham Maslow. Hasil analisis struktural pada novel Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Ena Erdhiya menunjukkan keterkaitan antarunsur, yakni antara teman, penokohan, konflik, dan latar. Tema mayor yang ditemukan adalah detektif cilik. Tema minor mendukung tema mayor, meliputi: kepedulian terhadap sesama dapat menumbuhkan keberanian, sikap religius dapat mengundang ketenangan, bekerja keras dapat menciptakan keberhasilan, berbagi kebaikan dapat membahagiakan orang lain, berani mengambil resiko dapat menciptakan keberhasilan, tegas menghadapi suatu hal dapat menciptakan keteraturan, dan ketulusan merupakan sikap terpuji. Faris selaku tokoh utama memiliki waktu yang dominan dan mendapat konfik lebih banyak daripada tokoh tambahan. Konflik fisik berupa konflik antara manusia dan manusia, konflik antaa manusia dan masyarakat, konflik antara manusia dengan alam. Konflik batin berupa konflik antara seseorang dengan kata hatinya, dan konflik ide yang satu dan ide yang lain. Penokohan, konflik, dan latar berkaitan erat dengan tema. Latar melengkapi konflik, penokohan muncul karena bersama adanya tema minor dalam cerita. Hasil analisis psikologi humanistik Abraham Maslow meliputi kebutuhan dasar fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Analisis tersebut difokuskan pada novel Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Erna Erdhiya. Kebutuhan dasarr fisiologis berupa makan, minum, bernapas, istirahat. Kebutuhan tersebut dialami oleh Faris, Yuna, Rayyan, dan Paman Tora. Kebutuhan rasa aman dialami oleh tokoh Faris, Yuna, dan Rayyan. Kebutuhan rasa cinta dan memiliki dialami oleh tokoh Faris, Yuna, Ayah, dan Bunda. Kebutuhan rasa harga diri dialami oleh Faris, dan Rayyan. Kebutuhan aktualisasi diri dialami oleh tokoh Faris. Kebutuhan dasar fisiologis adalah kebutuhan yang begitu mendesak pemenuhannya. Tidak terpenuhinya kebutuhan ini menimbulkan ketimpangan dan masalah yang signifikan pada manusia yang melewatkan pemenuhannya. Begitu pula pada kebutuhan rasa aman, pemenuhannya lebih mendesak daripada rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Pada novel Hantu Belang Penunggu Makam Tak Betuan karya Erna Erdhiya, pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri lebih dominan diceritakan. Pemenuhan ini meliputi seluruh bab dari bab pertama hingga bab terakhir, bab sembilan belas. Namun, pemenuhan kebutuhan di bawahnya tetap penulis perhatikan. Jadi, pemenuhan lima kebutuhan dalam novel Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Erna Erdhiya seimbang antarsatu kebutuhan dan kebutuhan lainnya. Tidak ada proses pemenuhan yang dilewati, serta semua pemenuhan kebutuhan dilakukan secara bertahap hingga aktualisasi diri dalam tokoh terwujud.

Description

Reupload file repositori 19 februari 2026_ratna/dea

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By