Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga Terhadap Kejadian Stunting di Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Pendekatan Teori Perilaku Lawrence Green
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Abstract
Stunting pada balita masih menjadi isu krusial di Kabupaten Bondowoso meski
prevalensi menurun dari 37% (2021) menjadi 17% (2023), angka ini masih jauh di atas
target SDGs 14% tahun 2024. Faktor risiko stunting terkait langsung dengan asupan
gizi, sanitasi, dan penyakit infeksi, serta dipengaruhi faktor tidak langsung seperti
pengetahuan, sikap, sarana-prasarana, dan dukungan sosial. Teori Lawrence Green
mengemukakan tiga kelompok determinan perilaku yaitu predisposing, enabling, dan
reinforcing yang berperan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tatanan
rumah tangga dan pada akhirnya dapat menurunkan kejadian stunting.
Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan desain cross-sectional,
melibatkan 394 ibu rumah tangga di 20 desa lokus stunting Kabupaten Bondowoso.
Sampel diperoleh melalui stratified proportional random sampling, data dikumpulkan
antara Januari–Februari 2025 menggunakan kuesioner untuk mengukur faktor
predisposing (usia, pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap), enabling
(sarana & prasarana, informasi, kebijakan), reinforcing (dukungan tenaga kesehatan, tokoh
masyarakat), PHBS, dan status gizi balita (Z-Score WHO AntroPlus). Analisis
Structural Equation Modeling (SEM) dilakukan dengan AMOS setelah uji reliabilitas
dan validitas instrumen.
Model SEM AMOS awal belum fit (χ²/df = 14,8; GFI = 0,775; CFI = 0,661;
RMSEA = 0,187). Setelah modifikasi korelasi residual dan jalur struktural, model
akhir fit baik (χ²/df = 2,99; GFI = 0,937; CFI = 0,949; RMSEA = 0,071). Jalur terkuat
ke PHBS berasal dari faktor predisposing (β = 1,3; p < 0,0001), diikuti enabling (β =
0,3; p = 0,005) dan reinforcing (β = 0,1; p = 0,012). Terkait Stunting pengaruh
langsung terkuat berasal dari reinforcing (β = 0,3; p < 0,0001) dan predisposing (β =
1,1; p < 0,0001), sementara PHBS tidak berpengaruh langsung (β = 0,0; p = 0,700).
Determinasi stunting di Kabupaten Bondowoso lebih dipengaruhi karakteristik
responden (predisposing) dan reinforcing daripada PHBS itu sendiri. Oleh karena itu,
intervensi multisektoral direkomendasikan untuk memperkuat literasi gizi dan sikap
ibu, meningkatkan akses informasi, sarana-prasarana, dan kebijakan PHBS, serta
memberdayakan tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat. Integrasi program PHBS
dengan perbaikan gizi dan sanitasi lingkungan diharapkan dapat menurunkan
prevalensi stunting secara berkelanjutan.
Description
Reupload file repositori 9 februari 2026_ratna/dea
