Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2017-2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Salah satu perwujudan penyelenggaraan otonomi daerah yang paling krusial
yaitu dari aspek pengelolaan keuangan. Semakin baik pengelolaannya maka dapat
menciptakan kinerja keuangan daerah yang diharapkan. Oleh sebab itu, dirasa perlu
mengukur kinerja keuangan pemerintah daerah melalui analisis rasio keuangan
menurut Halim (2013) dengan indikator pengukurannya meliputi rasio kemandirian,
rasio efektivitas dan efisiensi PAD, rasio aktivitas pada belanja operasi dan belanja
modal, Debt Service Coverage Ratio (DSCR) dan rasio pertumbuhan pendapatan
daerah, PAD, belanja operasi dan belanja modal.
Kabupaten Jember yang terletak di Provinsi Jawa Timur merupakan daerah
dengan pendapatan daerah paling tinggi diantara Kabupaten Besuki Raya lainnya
yaitu mencapai 3,715 triliun pada tahun 2023. Selain itu menurut data yang diperoleh
menunjukkan bahwa Kabupaten Jember memperoleh PAD tertinggi se-Besuki Raya
dari tahun 2017-2023. Sehingga, hasil pengukuran pada kinerja keuangannya
diharapkan memiliki hasil yang memuaskan. Namun, Dana Insentif Daerah (DID)
yang mampu diperoleh oleh Kabupaten Jember hanya pada tahun 2020 dan 2023.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan menganalisis kinerja
keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2017-2023.
Sehingga jika ditemukan kinerja keuangan yang baik Kabupaten Jember mampu
menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah bagi daerah lain terutama
Besuki Raya. Namun, jika ditemukan indikasi kinerja keuangan yang kurang baik
Pemerintah Jember diharapkan mampu memperbaikinya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Semua populasi yang digunakan merupakan sampel yang digunakan.
Sehingga, populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu Laporan Realisasi
Anggaran Kabupaten Jember Tahun 2017-2023. Data yang digunakan yaitu data
sekunder yang diperoleh melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) Kabupaten Jember dengan menggunakan data time series. Teknik
pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik studi dokumentansi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Jember tahun anggaran 2017-2023 dengan menggunakan teori Halim
(2013) yaitu analisis rasio keuangan terhadap APBD sebagian besar membutuhkan
perbaikan. Dari segi analisis rasio kemandirian keuangan daerah diketahui bahwa
kemampuan keuangan Kabupaten Jember berada pada tingkat kemandirian yang
rendah sekali karena selama 6 tahun yaitu pada 2018-2023 berada di intervensi 0%-
25% dengan pola hubungan instruktif artinya peran pemerintah masih sangat
mendominasi dalam kegiatan pemerintahan daerah. Dari segi analisis rasio
efektivitas PAD diketahui bahwa Kabupaten Jember dalam mengelola PAD sudah
cukup efektif namun diharapkan terus ditingkatkan sebab pada tahun 2023
mengalami penurunan. Analisis rasio efesiensi PAD diketahui Kabupaten Jember
masih belum efisien dalam meminimalisir pengeluran perolehan pendapatan aslidaerah sehingga perlu adanya perbaikan karena berada di presentase >100%.
Perhitungan DSCR tidak dapat diperoleh dikarenakan selama 7 tahun Kabupaten
Jember tidak melakukan peminjaman.
Dalam rasio aktivitas, Kabupaten Jember masih memberatkan belanja daerah
untuk keperluan pengeluaran rutin daripada memfokuskan untuk pembangunan
daerah, hal ini terlihat dari tingginya alokasi belanja operasi terutama untuk
pengeluaran belanja pegawai dibandingkan dengan belanja modal, sehingga penataan
belanja daerah perlu dilakukan. Terakhir dari analisis rasio pertumbuhan, untuk
pertumbuhan pendapatan daerah menunjukkan peningkatan pada 3 tahun terakhir,
pertumbuhan belanja operasi cukup baik sedangkan untuk pertumbuhan PAD dan
pertumbuhan belanja modal butuh perhatian lebih
Description
Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima
