Analisis Penerapan Deep Learning CNN untuk Kepentingan Klasifikasi Kondisi Gigi Berbasis Citra X-Ray
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu aspek penting dari kesehatan
seseorang yang tidak boleh diabaikan. Masalah umum seperti gigi berlubang, implan
gigi, impaksi gigi, dan gigi tambalan dapat dicegah atau diatasi dengan perawatan
yang tepat. Teknologi citra X-Ray memainkan peran penting dalam diagnosis dan
perawatan masalah ini, membantu mendeteksi kerusakan, menentukan posisi implan,
dan mengevaluasi hasil perawatan. Namun, interpretasi manual citra X-Ray memiliki
keterbatasan seperti waktu yang lama dan hasil yang bervariasi. Teknologi deep
learning, khususnya Convolutional Neural Network (CNN) telah menunjukkan
potensi besar dalam mengotomatiskan serta meningkatkan akurasi diagnosis pada
klasifikasi citra. Terkait hal ini kondisi yang akan klasifikasi terdiri dari 5 kelas yaitu
Normal, Cavity, Impacted Tooth, Impacted, dan Fillings.
Convolution Neural Network (CNN) memiliki tiga layer, diataranya yaitu input
layer, feature learning/hidden layer, dan output layer. Pada input layer terdapat
data input berupa citra klasifikasi kondisi gigi yang terdiri dari 5 kelas yang sudah
dilakukan resize dengan ukuran 32 × 32 piksel dengan 3 channel warna (RGB).
Arsitektur CNN melalui dua tahapan yaitu ekstraksi fitur dan klasifikasi. Proses
ekstraksi fitur dalam CNN mencakup beberapa hidden layer, yaitu lapisan konvolusi,
lapisan aktivasi (ReLU), dan lapisan pooling. Sedangkan pada proses klasifikasi
menggunakan fully-connected layer. Dua tahapan tersebut diakhiri dengan fungsi
aktivasi (softmax) untuk optimasi pada proses CNN sehingga didapatkan probabilitas
setiap kelas untuk prediksi akhir.
Proses
evaluasi
model dilakukan menggunakan metode (K-fold
Cross-Validation) dengan membagi menjadi 5 fold, dengan parameter pelatihan
berupa jumlah epoch sebanyak 100, ukuran batch 64, Kemudian data juga dibagi
menjadi Training dan Testing. Pada data Training akan dilakukan pelatihan, dan pada data Testing akan dilakukan prediksi model pada data yang sudah dilatih untuk
menghasilkan probabilitas untuk setiap kelas. Hasil pengujian model menunjukkan
bahwa nilai metrik pada confusion matrix seperti Recall 92.11%-100%, precision
88.24%-100%, accuracy 97%-100% dan F1-Score 92.54%-100%.
Hasil ini
menunjukkan bahwa model CNN mampu mengenali dan mengklasifikasikan seluruh
data uji dengan baik.
Description
Reupload file repositori 10 februari 2026_PKL Fani/Firli
