Perbedaan Stigma Masyarakat pada ODGJ Pasca Pasung Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi Kesehatan Mental melalui Metode Focus Group Discussion
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), khususnya yang pernah mengalami pasung, masih tinggi di masyarakat meskipun telah ada program Indonesia Bebas Pasung sejak tahun 2010. Data World Health Organization dan Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus gangguan jiwa yang masih diiringi praktik pasung, termasuk di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jember. Di wilayah kerja Puskesmas Wuluhan, ditemukan 81,4% masyarakat yang memiliki tingkat stigma tinggi terhadap ODGJ, yang berdampak pada kondisi psikologis dan sosial ODGJ pasca pasung. Tingginya stigma ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan kesehatan jiwa, terutama di daerah pertanian yang sulit dijangkau dan masih memandang gangguan jiwa sebagai aib. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mental mampu menurunkan stigma secara signifikan, dan metode focus group discussion (FGD) dinilai paling efektif karena memungkinkan peserta bertukar pandangan dan merefleksikan pemahaman melalui diskusi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas metode FGD sebagai solusi dalam upaya mengurangi stigma masyarakat terhadap ODGJ pasca pasung di wilayah kerja Puskesmas Wuluhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan mental melalui metode FGD terhadap stigma masyarakat terhadap ODGJ pasca pasung di wilayah kerja Puskesmas Wuluhan. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-posttest. Intervensi dilakukan selama satu bulan melalui empat pertemuan FGD, melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Community Attitudes the Mentally Ill (CAMI) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian dianalisis secara descriptive frequencies dan Wilcoxon Signed-Rank.
Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan pada tingkat stigma masyarakat terhadap ODGJ pasca pasung sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan mental melalui metode FGD. Sebelum intervensi, 90,0% responden memiliki tingkat stigma tinggi dan 10,0% dengan stigma rendah. Tingginya stigma disebabkan oleh kurangnya pemahaman akibat edukasi kesehatan mental yang belum merata, budaya masyarakat pertanian yang menganggap gangguan mental sebagai kelemahan, serta kebiasaan merujuk ODGJ ke paranormal karena ketidaktahuan akan layanan puskesmas dan kekhawatiran biaya. Setelah intervensi, stigma tinggi menurun menjadi 52,5%, dan stigma rendah meningkat menjadi 47,5%. Perubahan ini juga ditandai hasil uji Wilcoxon Signed-Rank yang menunjukkan nilai p = 0,000, yang artinya terdapat perbedaan signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui FGD efektif menurunkan stigma masyarakat. Namun, di wilayah pedesaan diperlukan strategi yang lebih mendalam karena perubahan sikap masyarakat cenderung lebih sulit. FGD berperan penting dalam merefleksikan pandangan peserta, berbagi pengalaman, dan memperkuat pemahaman yang benar tentang ODGJ pasca pasung. Fasilitator yang aktif dan keterlibatan tokoh masyarakat turut mendukung keberhasilan FGD.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mental melalui FGD berpengaruh signifikan terhadap penurunan stigma masyarakat pada ODGJ pasca pasung. Masyarakat disarankan untuk lebih aktif mencari informasi yang benar tentang kesehatan jiwa, membangun sikap empati, dan mendukung reintegrasi sosial ODGJ pasca pasung. Puskesmas Wuluhan diharapkan terus memberikan penyuluhan interaktif seperti melalui metode FGD dan menjalin kerjasama dengan lembaga terkait guna memperkuat dukungan terhadap penderita gangguan jiwa. Peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan kombinasi metode edukasi dengan durasi lebih panjang, serta pendekatan kualitatif atau mix-method untuk hasil yang lebih mendalam .
Description
Reapload File Repository 6 Februari 2026 Maya/Mita
