Hubungan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan Fatigue pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa di RSD Dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakutas Keperawatan
Abstract
Gagal ginjal kronik (GGK) menjadi masalah kesehatan global yang cukup signifikan yang ditandai adanya kerusakan nefron secara bertahap dan progresif. Penurunan fungsi ginjal mengakibatkan racun dalam tubuh menumpuk dan membuat tubuh menjadi lelah. Hemodialisa menjadi pengobatan untuk pasien GGK tahap akhir. Masalah utama yang dialami pasien hemodialisis salah satunya yaitu mengenai cara mengelola interdialytic weight gain (IDWG). Kelebihan cairan ekstraseluler yang terjadi secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang merugikan pada jantung dan fungsi pernafasan yang sebagai dasar fisiologis dari fatigue. Fatigue dapat mempengaruhi kinerja individu dan status fungsionalnya dalam kesehariannya namun sebagian besar pelayanan kesehatan masih belum menyadari adanya dan tingkat keparahan fatigue.
Penelitian ini menggunakan variabel independen interdialytic weight gain (IDWG) dan variabel dependen fatigue pada pasien hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara interdialytic weight gain dengan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSD dr. Soebandi Jember. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 139 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah timbangan berat badan digital merek one health dan lembar kuesioner Functional Assessment of Chronic Illness Therapy (FACIT) Fatigue Scale version 4. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman’s rho.Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa memiliki rerata IDWG 3,48% dengan standar deviasi 1,72 dan nilai median fatigue 26,0 dengan skor terendah 12 dan skor tertinggi 46. Hasil uji statistik menggunakan uji spearman rho terdapat hubungan signifikan antara IDWG dengan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSD dr. Soebandi Jember (p value <0,001 dan r = -0,385). Berdasarkan hasil tersebut bahwa ada hubungan antara IDWG dan fatigue namun kekuatan lemah dan negatif yang mana semakin tinggi nilai IDWG maka semakin rendah skor fatigue, yang menandakan tingkat fatigue semakin berat.
Penambahan berat badan interdialitik berhubungan erat dengan asupan cairan pasien (Istanti, 2011), yang mana disebabkan oleh gangguan homeostasis dalam pengaturan keseimbangan cairan yang memicu retensi natrium sehingga menyebabkan osmosis yang akibatnya cairan ekstraseluler meningkat (Rosdewi et al., 2023). Berat badan pasien hemodialisa bertambah antar sesi dialisis dan idealnya kelebihan cairan ekstraseluler akan dihilangkan selama dialisis namun ketika terjadi kelebihan cairan ekstraseluler secara terus-menerus maka dapat berdampak buruk pada fungsi jantung dan pernafasan serta menjadi dasar fisiologis kelelahan (Tangvoraphonkchai & Davenport, 2018). Peningkatan IDWG seiring dengan peningkatan tingkat fatigue dikarenakan pasien tidak membatasi konsumsi asupan cairan dan makanan selama intradialisis sehingga cairan dalam tubuh menumpuk yang dapat membebani fungsi jantung dan paru-paru sehingga menyebabkan pasien mudah merasa lelah dan mengalami sesak nafas (Patimah et al., 2024). Pada penelitian ini terdapat hubungan namun kekuatan hubungan lemah, hal ini berarti masih banyak faktor lain yang harus dikaji untuk menentukan fatigue pada pasien hemodialisa sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi fatigue tersebut.
Description
Reupload file repository 3 Juni 2026_Ratna
:: Finalisasi Repositori File 4 Juni 2026_Kurnadi
