Pertumbuhan Anak Usia 6-23 Bulan dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) (Studi Kasus Wilayah Kerja Puskesmas Sumberasih Kabupaten Probolinggo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember
Abstract
Periode awal kehidupan merupakan fase krusial untuk pertumbuhan fisik
seperti bertambah berat dan tinggi badan, termasuk lingkar kepala dan IMT, yang
menjadi indikator penilaian status gizi dan kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten
probolinggo mencatat penurunan prevalensi BB kurang, anak pendek, gizi kurang
dan gizi buruk dari tahun 2022-2023, namun upaya untuk mempertahankan bahkan
meningkatkan capaian ini harus tetap dilakukan sebagai langkah preventif
mencegah terjadinya masalah pertumbuhan anak. Kurangnya perhatian pada anak
BBLR dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan secara keseluruhan. Anak
BBLR dapat mengalami keterhambatan pertumbuhan apabila tidak mendapatkan
ASI Eksklusif selama 6 bulan diawal kehidupan dan MP-ASI yang bergizi
seimbang setelahnya. Pada kondisi ASI maupun MP-ASI tidak mencukupi, susu
formula umumnya menjadi pilihan utama. Selain itu, anak yang memiliki riwayat
penyakit infeksi, pertumbuhannya tidak dipantau secara rutin sekaligus kurang
mendapat stimulasi berpotensi mengalami pertumbuhan yang kurang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan anak berusia 6-23 bulan
dengan riwayat BBLR di wilayah kerja Puskesmas Sumberasih.
Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan desain penelitian
kohort retrospektif diwilayah kerja Puskesmas Sumberasih Kabupaten Probolinggo
pada Januari-Juli 2025. Penelitian ini melibatkan 35 ibu yang memiliki anak berusia
6-23 bulan dengan riwayat BBLR dan 70 ibu yang memiliki anak berusia 6-23
bulan dengan BB lahir normal, yang dipilih melalui proportional random sampling.
Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang terkait
pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, susu formula, penyakit infeksi, monitoring
pemantauan serta stimulasi dan menggunakan studi dokumentasi dengan melihat
data dari buku KIA, Kohort Ibu, bayi dan balita mengenai berat badan lahir dan
pertumbuhan anak. Analisis data menggunakan uji bivariat mantel-haezel
pendekatan chi-square dan uji multivariat regresi logistik biner. Pelaksanaan
penelitian ini dilakukan setelah mendapat izin laik etik yang disahkan dan
diterbitkan oleh KEPK Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember nomor
2974/UN25.8/KEPK/DL/2025.
Hasil penelitian membuktikan bahwa tiga variabel yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan anak usia 6-23 bulan adalah ASI Eksklusif, MP-ASI yang
tepat dan riwayat penyakit infeksi. Sebaliknya, riwayat pemberian susu formula,
monitoring pemantauan pertumbuhan dan stimulasi terbukti tidak berpengaruh
terhadap pertumbuhan anak. Jika ditinjau menurut riwayat BB lahir, riwayat
penyakit infeksi hanya berpengaruh pada kelompok tidak terpapar. Pada kelompok
ini anak-anak usia 6-23 bulan yang memiliki riwayat penyakit infeksi cenderung
mengalami pertumbuhan tidak normal. Nilai koefisien determinasi dari analisis
regresi sebesar 25,2%. Oleh karena itu pertumbuhan anak usia 6-23 bulan pada anak
yang memiliki riwayat BBLR dapat dioptimalkan melalui pemberian ASI Eksklusif
dan MP-ASI yang tepat. Selain itu, upaya untuk menghindarkan anak dari penyakit
infeksi seperti ISPA, diare dan pneumonia, penting dilakukan oleh orang tua karena
hasil ini juga terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Saran yang bisa
direkomendasikan berupa kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan edukasi
keluarga dengan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak
optimal.
Description
Reuploud file repositori 15 Apr 2026_Firli_Tata
