Pengaruh Hospital Image Terhadap Keputusan Pemanfaatan Layanan Rawat Inap DI Rsud Blambangan Banyuwangi
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Meningkatnya jumlah rumah sakit menyebabkan persaingan antar rumah sakit menjadi semakin kompetitif. Rumah sakit pemerintah menghadapi tantangan berupa rendahnya pemanfaatan layanan akibat persepsi masyarakat bahwa rumah sakit swasta memberikan pelayanan yang lebih memuaskan. Dalam kondisi tersebut, hospital image menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memanfaatkan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hospital image terhadap keputusan pemanfaatan layanan rawat inap di RSUD Blambangan Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Sebanyak 96 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas meliputi dimensi corporate identity, physical environment, contact personnel, service offering, dan corporate individuality, sedangkan variabel terikat adalah keputusan pemanfaatan layanan rawat inap. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi logistik biner sederhana, serta regresi logistik biner ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian yang baik terhadap seluruh dimensi hospital image dan memiliki keputusan yang baik dalam memanfaatkan layanan rawat inap. Seluruh dimensi hospital image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemanfaatan layanan rawat inap, yaitu corporate identity (p=0,001; OR=4,380), physical environment (p=0,000; OR=10,947), contact personnel (p=0,003; OR=4,029), service offering (p=0,006; OR=3,584), dan corporate individuality (p=0,002; OR=4,571). Analisis multivariat menunjukkan bahwa dimensi physical environment merupakan dimensi yang paling dominan memengaruhi keputusan pemanfaatan layanan rawat inap (p=0,000; OR=11,452). Oleh karena itu, peningkatan hospital image, khususnya pada aspek physical environment, perlu menjadi prioritas dalam mendukung keberlanjutan operasional rumah sakit pemerintah.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 6 Agustus 2026
