Evaluasi Fuel Ratio Alat Gali Muat dan Angkut Berdasarkan Penilaian Kerusakan Jalan Tambang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT XYZ, Sulawesi Tenggara, dengan tujuan mengevaluasi fuel ratio alat gali muat dan angkut berdasarkan kondisi kerusakan jalan tambang. Permasalahan utama adalah fuel ratio aktual alat berat yang melebihi target perusahaan, yang diduga disebabkan oleh kerusakan jalan seperti improper cross section, potholes, ruts, dan inadequate roadside drainage. Kerusakan jalan tersebut mengakibatkan kecepatan alat angkut menjadi rendah. Analisis dilakukan menggunakan metode Unsurfaced Road Condition Index (URCI) untuk menilai kondisi jalan sebelum dan sesudah perbaikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai URCI awal pada 13 segmen jalan berada dalam kategori poor hingga very poor, dengan nilai terendah 12,12 dan tertinggi 30,96. Perbaikan dilakukan atas dasar permasalahan kerusakan jalan yang masif. Hasil estimasi durasi perbaikan jalan seluruh segmen menggunakan motor grader adalah selama 1,493 jam. Setelah dilakukan perbaikan menggunakan motor grader, nilai URCI meningkat signifikan menjadi 56,08 hingga 80,66 yang termasuk kategori good hingga very good. Perbaikan jalan berdampak langsung terhadap efisiensi operasional. Waktu edar alat angkut menurun dari 1.187,54 detik menjadi 855,38 detik. Kecepatan rata rata meningkat baik saat alat kosong (dari 14,18 km/jam menjadi 22,48 km/jam) maupun saat bermuatan (dari 13,08 km/jam menjadi 21,47 km/jam). Efisiensi kerja alat gali muat meningkat dari 54% menjadi 75%, serta match factor naik dari 0,62 menjadi 0,87. Hal ini menyebabkan peningkatan produktivitas alat PC300 dari 271,61 ton/jam menjadi 378,54 ton/jam, dan Scania P360 dari 67,90 ton/jam menjadi 94,63 ton/jam. Fuel ratio Komatsu PC300 turun dari 0,131 menjadi 0,094 liter/ton, dan Scania P360 dari 0,243 menjadi 0,174 liter/ton. Secara ekonomi, kerugian sebelumdilakukan perbaikan jalan sebesar Rp1.239.381,90/hari untuk satu unit PC300 dan Rp623.099,85/hari untuk satu unit Scania P360. Namun setelah perbaikan jalan menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp3.987.618,16/hari untuk satu unit PC300 dan Rp1.772.608,51/hari untuk satu unit Scania P360. Dengan demikian, kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap kinerja alat dan efisiensi operasional.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 24

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By