New Product Development Roti Tawar Tinggi Protein Menggunakan Tepung dan Sari Edamame (Glycine max (L.) Merrill)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Jumlah konsumsi roti tawar mengalami peningkatan dari tahun 2020 hingga
tahun 2022 yaitu sebesar 17,73 bungkus menjadi 18,41 bungkus/kapita/tahun
(Kementerian Pertanian, 2022). Menurut USDA (2019a), roti tawar mengandung
protein 9,43 g, sedangkan yang berbahan dasar gandum utuh dengan harga yang
lebih tinggi mengandung protein 12,3 g. Kandungan nutrisi roti tawar khususnya
protein, dapat ditingkatkan dengan substitusi bahan pangan bernilai gizi tinggi
seperti pada kacang-kacangan atau legume sebagai sumber protein nabati (Gajzágó,
2017). Edamame merupakan salah satu jenis tanaman kedelai atau legume yang
banyak dibudidayakan di Indonesia, khususnya pada Kabupaten Jember sebagai
daerah produsen terbesar dengan produktivitas sebesar 4.456 ton pada tahun 2022
(Badan Pusat Statistik, 2023). Kedelai edamame memiliki kandungan protein lebih
dari 41,3%, isoflavon sebagai antioksidan sebesar 27,02 mg/100 g, dan serat kasar
6% (Mahoussi et al., 2020; Yu et al., 2022; Widati & Iteu M. H, 2012).
Edamame dapat diproses menjadi tepung dan sari sebagai bahan pensubstitusi
terigu dan air pada pembuatan roti tawar untuk meningkatkan protein. Kombinasi
penambahan tepung edamame dan sari edamame pada roti tawar belum pernah
dilakukan sebelumnya, sehingga diperlukan formulasi yang tepat agar sifat fisik roti
tidak terpengaruh secara signifikan seperti terjadi penurunan volume roti tawar.
Menurut Bhol & John Don Bosco (2014), penurunan volume roti tawar dapat terjadi
karena badan protein dan butiran pati dari tepung kacang-kacangan dapat
mengganggu matriks gluten. Oleh karenanya, penentuan formulasi yang tepat pada
penambahan tepung edamame dan sari edamame terhadap karakteristik sifat fisiko kimia roti tawar dalam hal ini sangat penting untuk dilakukan agar menghasilkan
roti tawar tinggi protein, dengan kualitas baik, serta disukai oleh panelisberdasarkan sifat sensoris. Pada roti tawar tinggi protein formulasi terpilih akan
dilanjutkan business analysissecara finansial untuk mengetahui bagaimana peluang
dan prospek pengembangan produk tersebut apabila direalisasikan pada skala
industri seperti pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL),
dengan faktor tingkat substitusi tepung edamame dalam formulasi tepung komposit
(0%, 10%, 15%, dan 20%). Pengujian karakteristik pada formula tepung komposit
meliputi sifat fisikokimia (rheology, thermal, WHC, dan OHC), sifat kimia (kadar
air, kadar abu, protein, total lemak, karbohidrat dan kadar serat kasar). Pengujian
karakteristik pada roti tawar meliputi sifat fisik (warna, daya kembang, tekstur dan
stalling, dan luas pori-pori), sifat kimia (kadar air), dan Uji organoleptik, dan uji
efektivitas berdasarkan sifat organoleptik. Data sifat kimia roti tawar formulasi
terpilih (kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar) dan sifat fisik roti tawar
(mikrostruktur) dianalisis secara deskriptif. Pengolahan data kelayakan finansial
roti tawar formulasi terpilih tersubstitusi tepung edamame dan sari edamame
dilakukan secara kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung dengan penambahan
tepung edamame dapat menurunkan stabilitas dan waktu pengembangan adonan,
meningkatkan nilai WHC dan OHC, menurunkan kadar air, serta meningkatkan
sifat kimia tepung khususnya pada kadar protein. Roti tawar dengan penambahan
substitusi tepung edamame, serta penggunaan sari edamame memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap parameter warna, daya kembang, tekstur, luas pori-pori,
kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar serat
kasar, dan sifat sensori. Roti tawar tinggi protein dengan formula 85% terigu : 15%
tepung edamame : 100% sari edamame merupakan formula roti tawar terpilih
berdasarkan uji efektivitas, dengan kandungan protein sebesar 20,41%. Usaha roti
tawar dengan formula terpilih diketahui layak untuk dijalankan karena memiliki
nilai NPV, IRR, dan net B/C Ratio yang tinggi, serta nilai PBP yang berada di bawah
umur ekonomis. Usaha roti tawar tinggi protein ini akan tetap menguntungkan
meski terjadi kenaikan bahan baku sampai 28% atau terjadi penurunan harga jual
produk hingga 15%, berdasarkan analisis sensitivitas.
Description
Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima
