Identifikasi Mikroplastik pada Proses Produksi Tahu di Industri Tahu Kabupaten Jember (Studi Industri Tahu Saudara Jaya Kecamatan Patrang)

dc.contributor.authorSarwaka Roro Safitri
dc.date.accessioned2026-06-18T01:46:47Z
dc.date.issued2026-05-12
dc.descriptionReupload file repository Validasi file repositori 8 Juni 2026_Dea_Firli
dc.description.abstractIndustri tahu merupakan salah satu industri pangan tradisional dengan proses produksi kompleks dari perendaman hingga pencetakan yang banyak menggunakan peralatan berbahan plastik, sehingga berpotensi menjadi sumber kontaminasi mikroplastik. Identifikasi mikroplastik pada tahu perlu dilakukan karena mikroplastik dapat terakumulasi dalam tubuh dan menimbulkan dampak kesehatan seperti stress oksidatif, peradangan kronis, dan gangguan lainnya. Industri Tahu Saudara Jaya Kecamatan Patrang merupakan indsutri yang telah beroperasi sejak 1991 dengan skala produksi 450 kg per hari serta menggunakan berbagai peralatan plastik seperti ember plastik, kain saring polyester, gayung plastik, baskom plastik, dan baskom jaring plastik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelimpahan dan karakteristik mikroplastik meliputi ukuran, warna, bentuk, dan jenis polimer pada proses produksi tahu di Industri Tahu Saudara Jaya Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini meliputi air bersih, bubur kedelai sebelum dimasak, bubur kedelai setelah dimasak, sari kedelai, dan produk tahu yang diambil di Industri Tahu Saudara Jaya kemudian dikirim ke Laboratorium Ecoton Gresik untuk mengidentifikasi kelimpahan serta karakteristik mikroplastik yang ditemukan. Sampel air bersih dan sari kedelai diambil sebanyak 1 liter menggunakan teknik grab sampling, sedangkan sampel bubur kedelai dan tahu diambil masing-masing sebanyak 20 gram. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi proses produksi, wawancara pemilik usaha, serta uji laboratorium untuk mengidentifikasi kelimpahan dan karakteristik mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh tahapan proses produksi tahu. Kelimpahan mikroplastik pada sampel cair yaitu 10 partikel/liter pada sampel air bersih dan 22 partikel/liter pada sampel sari kedelai. Kelimpahan mikroplastik tertinggi pada sampel padat yaitu 1,7 partikel/gram pada sampel bubur kedelai setelah dimasak, diikuti bubur kedelai sebelum dimasak sebesar 0,85 partikel/gram dan tahu sebesar 0,66 partikel/gram. Hasil tersebut menunjukkan kontaminasi mikroplastik telah terjadi sejak tahap awal dan mengalami perubahan jumlah pada setiap tahap dengan proses pemasakan suhu tinggi, gesekan, tekanan, durasi, usia, dan kondisi peralatan plastik menjadi beberapa faktor yang berisiko mempercepat pelepasan mikroplastik. Karakteristik mikroplastik yang teridentifikasi berukuran antara 0,07-4,24 mm dengan dominasi kelompok large microplastic (1-5 mm). Warna mikroplastik didominasi oleh warna bening sebesar 50% diikuti warna biru, kuning, merah, coklat, abu-abu, hitam, ungu, dan merah muda. Bentuk mikroplastik yang ditemukan didominasi bentuk film sebesar 60,4%, diikuti fiber dan fragmen. Jenis polimer mikroplastik yang teridentifikasi yaitu Polyphenylene sulfide (PPS) pada sampel air bersih dan bubur kedelai sebelum dimasak, sampel bubur setelah dimasak ditemukan polimer Polybutylene terephthalate (PBT), pada air kedelai teridentifikasi polimer polyester fibers, serta pada tahu ditemukan polimer Polyethylene terephthalate (PET). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses produksi tahu berpotensi menjadi jalur kontaminasi mikroplastik pada produk pangan karena mikroplastik ditemukan pada seluruh tahap produksi hingga produk akhir tahu. Kontaminasi mikroplastik dapat bersumber dari air bersih yang digunakan, peralatan plastik, kain saring, serta lingkungan produksi. Ukuran mikroplastik bervariasi antara 0,07-4,24 mm, warna mikroplastik didominasi oleh warna bening sebesar 50%, bentuk mikroplastik didominasi film (60,4%), dan jenis polimer yang teridentifikasi yaitu Polyphenylene sulfide (PPS), Polybutylene terephthalate (PBT), serta Polyethylene terephthalate (PET).
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Globila Nurika, S.KM., M.KL.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9247
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectmikroplastik
dc.subjectproses produksi
dc.titleIdentifikasi Mikroplastik pada Proses Produksi Tahu di Industri Tahu Kabupaten Jember (Studi Industri Tahu Saudara Jaya Kecamatan Patrang)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Skripsi Repository_Roro Safitri Sarwaka.pdf
Size:
1009.18 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: