Arab Saudi dalam Peta Gastrodiplomasi Indonesia

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pengambilan keputusan (decision making) dalam gastrodiplomasi Indonesia terhadap Arab Saudi. Khususnya mengenai alasan Arab Saudi belum terdaftar sebagai negara tujuan dalam program gastrodiplomasi yakni Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Cakupannya meliputi posisi Arab Saudi sebagai negara tujuan haji yang memberikan kesempatan bagi Indonesia memperkenalkan negara secara lebih luas melalui kuliner. Melalui promosi kuliner, selain memperkenalkan cita rasa khas Nusantara, juga sekaligus dapat memperkenalkan Indonesia di kancah internasional. Kuliner saat ini dapat turut berperan dalam kegiatan diplomasi. Bentuk diplomasi kuliner dikenal juga dengan sebutan gastrodiplomasi. Kajian gastrodiplomasi berada pada persilangan antara bahasan mengenai makanan, kebijakan luar negeri dan diplomasi publik (Trihartono, et.al., 2023). Gastrodiplomasi ditujukan untuk mengkomunikasikan budaya kuliner secara meluas dengan tujuan untuk memberikan pengaruh kepada publik internasional dan tidak hanya kepada kalangan elit (Rockower, 2020). Cita rasa kuliner digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan negara kepada publik internasional. Indonesia sudah mulai bergerak dalam pengembangan gastrodiplomasi. Pada 2021, Indonesia membentuk program yang secara terorganisir menjalankan praktik gastrodiplomasi yakni “Indonesia Spice Up The World” (ISUTW) (Trihartono, et.al.,2023). Program ini disusun secara sistematis dengan tujuan yang jelas pada masa pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo tepatnya pada bulan November 2021 (Trihartono, et.al.,2023). Secara terstruktur tujuan program ini adalah untuk mengenalkan rempah dan kuliner Indonesia ke mancanegara secara lebih luas. Kuliner memberikan kontribusi besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia (Kemenparekraf, 2021, dikutip dalam Trihartono,et.al.,2023). Kuliner Indonesia pada 2020, berkontribusi sebesar 41% dari total PDB Ekonomi Kreatif atau sekitar 455 triliun rupiah. Selain itu, subsektor kuliner juga menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak sekitar 9,5 juta tenaga kerja (Kemenparekraf, 2021, dikutip dalam Trihartono,et.al.,2023). Melihat potensi dari kuliner Indonesia, program ini optimis dapat meningkatkan awareness masyarakat mancanegara terhadap kuliner nusantara

Description

Finalisasi_Maya_03 September 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By