Pendapatan per Kapita, Inovasi Teknologi Hijau, dan Jejak Ekologis: Perspektif Hipotesis Kuznets Curve di Asean-5

Abstract

Peningkatan pendapatan per kapita di negara-negara ASEAN-5 menunjukkan adanya perkembangan ekonomi, namun di sisi lain juga meningkatkan tekanan terhadap lingkungan yang tercermin melalui peningkatan jejak ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan per kapita, pendapatan per kapita kuadrat, dan inovasi teknologi hijau terhadap jejak ekologis dalam perspektif hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) di negara-negara ASEAN-5. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk data panel yang terdiri atas lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam selama periode 2002–2023, dengan total 110 observasi. Data diperoleh dari World Development Indicators, Global Footprint Network, dan Organisation for Economic Co-operation and Development. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap jejak ekologis, sedangkan pendapatan per kapita kuadrat berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jejak ekologis sehingga mendukung keberlakuan hipotesis EKC. Temuan ini membuktikan keberlakuan hipotesis EKC di negara ASEAN-5. Sementara itu, inovasi teknologi hijau berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap jejak ekologis.

Description

:: Finalisasi file repositori 4 Agustus 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By