Pengaruh Ekstrak Bunga Telang (Clitorea Ternatea L.) terhadap Peningkatan Jumlah Fibroblas pada Ligamen Periodontal Area Tarikan pada Model Pergerakan Gigi Ortodonti Tikus Wistar (Rattus novergicus)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Maloklusi merupakan relasi antara tulang maksila dan tulang mandibula yang menyimpang dari bentuk standar. Maloklusi dapat dirawat dengan perawatan ortodonti dengan peranti cekat ataupun lepasan. Penggunaan peranti ortodonti melibatkan proses remodeling tulang alveolar dan PDL. Gaya mekanik pada peranti ortodonti mengakibatkan perubahan PDL pada area tekanan dan terjadi pembentukan PDL baru pada area tarikan selama pergerakan gigi. Fibroblas akan mengalami apoptosis di area tekanan dan pembentukan fibroblas baru di area tarikan. Pergerakan gigi ortodonti menyebabkan vaskularisasi jaringan periodontal mengalami kerusakan akibat tekanan yang akan menyebabkan terjadinya respons inflamasi. Saat Inflamasi terjadi akan meningkatkan ekspresi berbagai sitokin dan growth factor yang dapat mengatur angiogenesis dan remodeling PDL. Tekanan yang dihasilkan gaya ortodonti berat akan menyebabkan kondisi hipoksia pada jaringan periodontal yang akan meningkatkan pembentukan radikal bebas dan menyebabkan inflamasi secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan efek samping seperti hialinisasi, resorpsi akar, dan undermining resorption. Radikal bebas di dalam tubuh terbentuk dari metabolisme dan produksi energi berupa reactive oxygen species (ROS). Ketika ROS terbentuk tetapi tubuh tidak dapat menyeimbangkan dengan kapasitas antioksidan yang ada di dalam tubuh, maka akan tercipta stres oksidatif (OS). Antioksidan didapatkan secara endogen maupun eksogen. Antioksidan secara eksogen dapat diperoleh secara alami melalui pada tanaman yang mengandung unsur fitokimia. Pada ekstrak bunga telang ditemukan senyawa aktif pada diharapkan mampu untuk melindungi kerusakan oksidatif. Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan post-test only group design yang menggunakan 24 tikus wistar jantan, dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol (7, 14, dan 21 hari) dan perlakuan (7, 14, dan 21 hari). Seluruh subjek menerima gaya ortodonti sebesar 5 oz (141,75 grF) dengan pergerakan bodily gigi molar satu rahang atas kiri, dengan arah pergerakan ke mesial. Kelompok perlakuan menerima ekstrak bunga telang setiap hari selama 7, 14, dan 21 hari. Eutanasia dilakukan sehari setelah pemberian ekstrak terakhir, diikuti dengan pemrosesan jaringan dan pewarnaan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin). Perhitungan jumlah fibroblas dilakukan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x pada PDL area alveolar crest ke arah apikal gigi di area tarikan gigi M1. Tiga pengamat akan menghitung fibroblas pada perbesaran 400x pada PDL area alveolar crest ke arah apikal gigi di area tarikan gigi M1, kemudian hasilnya dirata-rata. Berdasarkan hasil skrining fitokimia dan antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mengandung total fenolik, tanin, flavonoid serta bersifat antioksidan yang kuat. Karena kadar senyawa tersebut kelompok perlakuan ekstrak bunga telang memiliki jumlah fibroblas lebih banyak dibandingkan kelompok kontrol. Jumlah fibroblas tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan yang diberi ekstrak bunga telang selama 21 hari. Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena kandungan aktif dalam ekstrak bunga telang yang dapat meningkatkan pembentukan fibroblas. Pada penelitian ini gaya ortodonti yang diaplikasikan pada hewan coba sebesar 5 oz (141,75 grF) termasuk dalam kategori gaya ortodonti berat. Saat gaya berat diaplikasikan pada hewan coba (tikus) dapat menimbulkan efek samping berupa hialinisasi, resorpsi akar, dan undermining resorption. Berdasarkan pemeriksaan histologi, tidak terdapat gambaran hialinisasi, resorpsi akar, dan undermining resorption. Hal tersebut dikarenakan alat pengukur gaya (tension gauge) tidak terkalibrasi. Hasil dari penelitian menunjukan adanya peningkatan rata-rata jumlah fibroblas antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan hasil tertinggi pada hari ke-21 setelah perlakuan. Peningkatan tersebut diduga terjadi oleh karena kandungan senyawa aktif yang ada pada eksrak bunga telang. Diperlukan kalibrasi alat yang akan digunakan saat penelitian terutama pada alat pengukur gaya (tension gauge) supaya gaya yang dihasilkan tepat. Kemudian diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan variasi dosis untuk mengetahui dosis optimal yang dapat menghasilkan efek maksimal dalam menstimulasi pembentukan fibroblas pada daerah tarikan serta menggunakan durasi yang lebih lama untuk mengetahui secara pasti kapan ekstrak bunga telang memberikan efek maksimal serta. Selain itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait jenis senyawa yang paling berperan terhadap peningkatan jumlah fibroblas.

Description

Reuploud file repositori 4 Feb 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By