Analisis Penerimaan Pengguna Aplikasi SIAPIK Menggunakan Perspektif Technology Acceptance Model (Studi Empiris pada UMKM Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini menelaah dinamika adopsi teknologi digital di kalangan
UMKM yang secara nasional menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2024,
dengan jumlah mencapai sekitar 27 juta pelaku usaha. Namun, peningkatan tersebut
tidak berbanding lurus dengan tingkat adopsi aplikasi SIAPIK, yang tercermin dari
masih rendahnya jumlah unduhan di Google Play Store, meskipun berbagai upaya
sosialisasi dan pelatihan telah dilakukan, termasuk di Kabupaten Jember yang
melibatkan wilayah Sekar Kijang. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan aplikasi SIAPIK pada UMKM di
Kabupaten Jember dari sudut pandang Technology Acceptance Model (TAM).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer
yang diperoleh melalui kuesioner terhadap 49 responden pelaku UMKM di
Kabupaten Jember yang telah mengenal aplikasi SIAPIK. Data dianalisis
menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian dengan
bantuan perangkat lunak Smart-PLS 4 (versi 4.1.1.8).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan aplikasi SIAPIK oleh
pelaku UMKM di Kabupaten Jember berlangsung melalui proses yang saling
berkesinambungan. Pengaruh norma subjektif (subjective norm) dan keyakinan
individu terhadap kemampuan menggunakan teknologi (computer self-efficacy)
menjadi faktor awal yang membentuk persepsi kebermanfaatan (perceived
usefulness) dan persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIAPIK,
yang selanjutnya mendorong terbentuknya niat menggunakan (behavioral
intention) hingga berkontribusi terhadap penggunaan aktual (actual use) SIAPIK.
Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adopsi SIAPIK tidak hanya ditentukan
oleh kualitas sistem, tetapi juga oleh interaksi antara faktor sosial, karakteristik
pengguna, dan persepsi terhadap teknologi.
Meskipun seluruh hubungan antar variabel terbukti signifikan, penelitian ini
menunjukkan bahwa niat menggunakan aplikasi belum sepenuhnya menjamin
penggunaan yang konsisten. Penggunaan aktual masih dipengaruhi oleh kesiapan
sumber daya, pengalaman penggunaan, intensitas pemakaian, serta kemampuan
pelaku UMKM dalam mengintegrasikan SIAPIK ke dalam proses bisnis seharihari. Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah sampel yang belum
mencapai target minimum. Keterbatasan tersebut dipengaruhi oleh akses terhadap
populasi yang terbatas, rendahnya tingkat respons responden, serta adanya data
yang tidak sesuai dengan kriteria penelitian. Oleh sebab itu, penelitian selanjutnya
disarankan untuk mengoptimalkan strategi pengumpulan data melalui perluasan
cakupan wilayah dan distribusi kuesioner yang lebih efektif. Sementara itu,
pengelola SIAPIK perlu memperkuat pendampingan berkelanjutan serta
menyempurnakan fitur dan istilah dalam aplikasi agar lebih mudah dipahami oleh
pelaku UMKM. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerimaan dan
keberlanjutan penggunaan SIAPIK dalam pengelolaan keuangan UMKM.
Description
Validasi file repositori 24 Juli 2026_Firli
