Analisis Kinerja Saham Sebelum Dan Sesudah Masuk Daftar Full Call Auction (FCA)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini mengkaji reaksi pasar modal Indonesia terhadap implementasi kebijakan Papan Pemantauan Khusus Tahap II dengan mekanisme perdagangan Full Call Auction (FCA) yang diberlakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan reaksi pasar yang diproksikan melalui Cumulative Abnormal Return (CAR) dan Price to Book Value (PBV) sebelum dan sesudah saham masuk ke dalam mekanisme FCA. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan event study. Sampel terdiri dari 50 saham perusahaan yang terdaftar di BEI dan masuk ke dalam mekanisme FCA selama tahun 2024, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Periode pengamatan menggunakan data yang diakumulasikan secara kuartalan melalui pendekatan Year-over-Year (YoY) guna menghindari bias anomali musiman. Analisis data dilakukan menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test karena distribusi data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara agregat pada variabel CAR maupun PBV sebelum dan sesudah saham masuk ke dalam mekanisme FCA. Ketiadaan signifikansi ini mengindikasikan bahwa probabilitas masuknya saham ke dalam FCA telah diprediksi dan diantisipasi (priced in) oleh rasionalitas pelaku pasar jauh sebelum kebijakan diterapkan. Karakteristik dan heterogenitas fundamental pada populasi saham lapis ketiga (third-tier stocks) menyebabkan intervensi administratif ini tidak lagi memicu guncangan struktural yang baru, yang sekaligus mengonfirmasi berlakunya Hipotesis Pasar Efisien bentuk setengah kuat.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 29 Juli 2026
