Novel Rara Mendut Karya Y.B. Mangunwijaya: Kajian Strukturalisme Dinamik
| dc.contributor.author | Toni Wardoyo | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T06:54:01Z | |
| dc.date.issued | 2025-04-21 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Teddy/Hendra | |
| dc.description.abstract | Kajian ini muncul sebagai respons dan dorongan dari manusia untuk mengungkapkan permasalahan terkait manusia, kemanusiaan, dan semesta yang mengakibatkan terciptanya sebuah karya sastra. Novel Rara Mendut membahas mengenai kehidupan, permasalahan yang muncul, penindasan, dan perjuangan hidup serta harapan-harapan yang menjadi semangat tokoh Rara Mendut. Romo Mangun menyisipkan ekspresi dan keinginan serta cita-cita Rara Mendut dalam mencapai tujuan melalui hubungan antar tokoh yang ada di dalam cerita. Nilai praktis yang dimunculkan mewujudkan suatu pandangan terkait tokoh dan peristiwa yang terdapat dalam novel Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya. Kajian ini bertujuan mengungkap keterkaitan antarunsur intrinsik yang terbagi dalam beberapa kategori seperti tema, penokohan dan perwatakan, latar, dan konflik, serta memberikan deskripsi mendalam terkait analisis strukturalisme dinamik dengan empat pendekatan M.H. Abrams (objektif, ekspresif, mimetik, dan pragmatik). Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis secara deskriptif. Objek material dalam penelitian berupa novel Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya. Objek formal merujuk pada teori strukturalisme dinamik dengan empat pendekatan yaitu pendekatan objektif, pendekatan ekspresif, pendekatan mimetik, dan pendekatan pragmatik. Satuan analisis yang tercantum dalam kajian ini berupa kalimat, paragraf, atau wacana yang menunjukkan keterkaitan objek dengan teori strukturalisme dinamik. Hasil yang diperoleh menunjukkan analisis terhadap pendekatan yang dicetuskan oleh M.H. Abrams. Pendekatan objektif memunculkan suatu kajian terhadap unsur-unsur intrinsik yang ada di dalam novel meliputi tema, penokohan dan perwatakan, latar, dan konflik. Tema memberikan gambaran mengenai fokus utama cerita dan kisah tokoh utama. Penokohan dan perwatakan mengkaji secara mendalam mengenai detail tokoh dan gagasan-gagasan yang menjadi latar belakang sikap seorang tokoh, serta watak yang ditunjukkan tokoh di dalam novel. Latar menunjukkan lokasi, waktu, maupun kondisi sosial masyarakat tokoh dalam suatu lingkungan akibat dari perpindahan tokoh. Konflik dalam novel terbagi dalam dua kategori yaitu konflik fisik dan konflik batin. Unsur-unsur intrinsik menunjukkan suatu hubungan keterkaitan antara satu unsur dengan unsur yang lain di dalam novel, sehingga membentuk sebuah cerita yang runtut, logis, dan menarik. Hasil analisis lanjutan adalah pendekatan ekspresif. Ide-ide dan pemikiran yang dimiliki pengarang merupakan fokus utama pendekatan ekspresif. Perlawanan dan pemberontakan terhadap aturan-aturan yang merugikan memunculkan suatu pemahaman dan hasrat tokoh seperti Sikap menolak sebagai bentuk perlawanan, kebebasan menentukan pilihan, dan pencarian jalan pulang. Sikap menolak sebagai bentuk perlawanan tokoh utama memicu terjadinya gejolak secara masif terhadap lawan. Kebebasan menentukan pilihan merupakan bentuk perlawanan yang dicetuskan oleh tokoh dalam suatu peradaban yang menganggap perilaku tersebut adalah hal tabu. Pemberontakan yang dilakukan merupakan langkah-langkah untuk dapat kembali pada makna kebebasan dan pemicu semangat dalam pencarian jalan pulang. Pendekatan selanjutnya adalah pendekatan mimetik. Peristiwa sejarah berupa kejadian-kejadian yang berhubungan dengan Pati dan Mataram merupakan fokus utama dalam pendekatan mimetik. Poin pertama membahas mengenai kekalahan dan kehancuran Kadipaten Pati sebagai daerah taklukan Kesultanan Mataram. Poin kedua yang terdapat dalam novel Rara Mendut menunjukkan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki oleh Kesultanan Mataram sebagai suatu kerajaan yang mampu menguasai berbagai wilayah yang ada di Pulau Jawa. Adapun poin ketiga adalah pemfokusan cerita pada kesenjangan yang timbul antara masyarakat dan penguasa sebagai cerminan kejadian nyata. Pendekatan selanjutnya adalah pendekatan pragmatik. Peneliti sebagai pembaca memperoleh manfaat dari pemaknaan mendalam yang dilakukan terhadap teks-teks novel Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya. Selain itu, publik sebagai pembaca memiliki peran penting dalam memberikan sudut pandang lain terhadap objek kajian berupa novel dengan judul Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Heru Setya Puji Saputra, M.Hum. DPA : Zahratul Umniyyah, S.S., M.Hum. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2044 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Kajian Strukturalisme Dinamik | |
| dc.subject | Rara Mendut | |
| dc.title | Novel Rara Mendut Karya Y.B. Mangunwijaya: Kajian Strukturalisme Dinamik | |
| dc.type | Other |
