Pengaruh Inokulasi Rhizobium dan Kompos Bekas Maggot terhadap Nodulasi Akar dan Konsentrasi IAA (Indole Acetic Acid) Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril) pada Tanah Sub Optimal

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Tanaman kedelai merupakan tanaman legum yang membutuhkan nitrogen dalam jumlah besar karena bijinya mengandung protein konsentrasi tinggi. Sebagian besar suplai nitrogen pada tanaman kedelai merupakan hasil fiksasi bakteri simbiotik yang terdapat pada rhizosfer. Kelompok bakteri yang dapat mengaktifkan bintil akar dalam penyerapan unsur N adalah Rhizobium. Rhizobium melakukan simbiosis dengan kedelai dengan membentuk nodul di akar tanaman kedelai, yang mengarah ke fiksasi nitrogen biologis, atau konversi nitrogen atmosfer (N2/N) menjadi bentuk aktif biologis yang dapat digunakan oleh tanaman. Dalam simbiosisnya bakteri Rhizobium dapat mengubah nitrogen atmosfer menjadi amonium (NH4+), yang merupakan bentuk nitrogen yang tersedia untuk tanaman, sedangkan tanaman menyediakan karbohidrat untuk bakteri. Selain membantu dalam fiksasi N, Rhizobium juga dapat memproduksi hormon IAA (Indole Acetic Acid) yang merupakan salah satu hormon auksin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pemberian Rhizobium dan kompos bekas maggot terhadap nodulasi akar dan peningkatan konsentrasi hormon IAA (Indole Acetic Acid) pada tanaman kedelai, serta mengetahui efektivitas antara pemberian Rhizobium secara seed treatment dengan soil treatment terhadap pembentukan nodul efektif dan produksi hormon IAA (Indole Acetic Acid). Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2024 dan dilaksanakan di green house serta Laboratorium Kesehatan dan Kesuburan Tanah Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jember. Persiapan penelitian dimulai dengan pengambilan tanah sebagai media tanam dan dilakukan preparasi, sterilisasi media tanam, penanaman, dan perawatan. Kedelai yangdigunakan memiliki varietas Grobogan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 8 satuan percobaan yaitu Rhizobium seed treatment, Rhizobium seed treatment + Kompos Bekas Maggot, Rhizobium seed treatment + Kompos Biomassa, Rhizobium seed treatment + Pupuk SP36 dan KCL, Rhizobium soil treatment, Rhizobium soil treatment + Kompos Bekas Maggot, Rhizobium soil treatment + Kompos Biomassa, dan Rhizobium soil treatment + Pupuk SP36 dan KCL, dengan 3 ulangan sehingga terdapat 24 total pot percobaan. Pada data penelitian dilakukan uji anova, kemudian diuji lanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5% serta dilakukan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi Rhizobium dan kompos bekas maggot memberikan pengaruh terhadap peningkatan kandungan nitrogen total tanah sebesar 0.12% dibandingkan perlakuan Rhizobium tanpa tambahan kompos dan pupuk. Kandungan C-organik tanah juga mengalami peningkatan sebesar 1.22% dibandingkan perlakuan Rhizobium tanpa tambahan kompos dan pupuk, dengan diikuti peningkatan C/N rasio sebesar 7.09 dibandingkan perlakuan Rhizobium tanpa tambahan kompos dan pupuk. Pengaruh aplikasi Rhizobium dan kompos bekas maggot tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman kedelai, namun sebaliknya perlakuan ini memberikan pengaruh signifikan terhadap berat basah dan berat kering tanaman, jumlah nodul efektif, konsentrasi nitrogen, serapan nitrogen, serta kandungan hormon Indole Acetic Acid (IAA) tanaman kedelai. Pada faktor tanaman, pemberian Rhizobium secara soil treatment (inokulasi di tanah) lebih optimal dibandingkan dengan seed treatmemt (inokulasi di benih). Peningkatan berat basah tanaman sebesar 10.46 gr dan berat kering tanaman sebesar 2.74 gr dibandingkan dengan perlakuan seed treatment. Jumlah nodul efektif menunjukkan peningkatan sebesar 2 nodul efektif dibandingkan dengan perlakuan seed treatment. Pada konsentrasi nitrogen dan serapan nitrogen tanaman mununjukkan peningkatan sebesar 0.02% dan 8.24 mg/tanaman dibandingkan dengan perlakuan seed treatment. Sedangkan pada kandungan hormon IAA menunjukkan peningkatan sebesar 0.38 ppm dibandingkan dengan perlakuan seed treatment.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 23

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By