Kajian Ketersediaan dan Kebutuhan Sumber Daya Air Perkebunan Kopi Rakyat Kecamatan Sumberbaru
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Kecamatan Sumberbaru merupakan salah satu kecamatan penghasil kopi terbesar
di Kabupaten Jember. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2019,
Kecamatan Sumberbaru mampu menghasilkan kopi sebanyak 1.064,85 kw namun
terjadi penurunan pada tahun 2020 yang hanya mampu memproduksi hingga 520,80
kw. Hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan produktivitas kopi robusta di
Kecamatan Sumberbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
kebutuhan dan ketersediaan sumber daya air untuk kegiatan produksi kopi rakyat
di
Kecamatan Sumberbaru. Untuk ketersediaan air, tanaman kopi hanya
memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Data yang
digunakan merupakan data curah hujan dan iklim dalam periode 10 tahun (2011
2020). Perhitungan kebutuhan air tanaman (ETc) didapatkan dari perkalian antara
nilai evapotranspirasi potensial (ETo) dan nilai koefisien tanaman (kc) kopi.
Analisis perhitungan yang dilakukan dengan software CROPWAT 8.0 yang telah
berdasarkan Food and Organization (FAO). Dilakukan juga digitasi lahan
perkebunan kopi rakyat sehingga mengetahui persebaran kebun. Lokasi penelitian
dibagi menjadi 2 (Jamintoro dan Karangbayat) berdasarkan zona curah hujan
dengan stasiun hujan terdekat. Nilai ETo yang didapat adalah sebesar 827,93
mm/tahun. Kebutuhan air ditunjukkan oleh nilai kebutuhan air tanaman yang
didapatkan dari rata-rata nilai evapotranspirasi tanaman (ETc) 890,0 mm/tahun.
Neraca air pada perkebunan kopi rakyat Kecamatan Sumberbaru menunjukkan
bahwa terjadi surplus di bulan November hingga Mei dan bulan defisit terjadi pada
bulan Juni hingga Oktober.
Description
Reaploud Repository February_agus
