Persepsi, Pandangan dan Efikasi Pria terhadap Kontrasepsi Metode Operasi Pria dalam Perspektif Kesetaraan Gender

dc.contributor.authorMeysa Putri Genessy
dc.date.accessioned2026-09-09T03:56:43Z
dc.date.issued2026-06-30
dc.descriptionFinalisasi 9 September 2026_Yudi
dc.description.abstractKesehatan reproduksi menjadi bagian penting dari peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup suatu keluarga, dimana salah satu bentuk program yang dilaksanakan adalah program keluarga berencana (KB). Program KB ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi pasangan usia subur dalam mengatur jumlah serta jarak kelahiran dalam keluarga (Natalia et al., 2023). Keberhasilan program KB tidak hanya berdampak pada pengendalian pertumbuhan penduduk, tetapi juga terkait dengan tercapainya kesetaraan gender. Prinsip utama dalam program KB adalah tercapainya hak reproduksi, dimana setiap pasangan usia subur bebas memilih jenis alat kontrasepsi dan keterlibatan pria dalam program keluarga berencana (Qonita et al., 2025). Dari banyaknya jenis metode kontrasepsi, Metode Operasi Pria (MOP) merupakan jenis metode kontrasepsi yang memiliki kefektifitasan dan keamanan lebih tinggi dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. (Manurung et al., 2023). Namun meskipun sangat efektif, jumlah penggunanya masih sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah pengguna metode kontrasepsi lainnya. Data global menunjukkan, diantara tahun 2001-2019 pengguna kontrasepsi MOP mengalami penurunan drastis. Dari 44 juta pengguna pada tahun 2001 menjadi 17 juta pada tahun 2019, atau menyisakan 39% dari jumlah awal (Jacobstein et al., 2023). Kondisi serupa juga terlihat di Indonesia, di mana BKKBN (2024) melaporkan bahwa akseptor MOP di Indonesia hanya sebesar 0,42%. Sedangkan di Provinsi Jawa Timur tercatat hanya sebanyak 8.319 akespotor atau hanya 0,12% (BPS, 2023). Di Kabupaten Banyuwangi sendiri terjadi penurunan jumlah akseptor pada tahun 2024 yaitu dari 275 orang pada 2023 menjadi 222, atau hanya sekitar 0,1% dari total peserta KB aktif dari seluruh metode kontrasepsi (Badan Pusat Statistik, 2023). Statistik ini membuktikan suatu kondisi yang bertolak belakang, dimana keunggulan kontrasepsi MOP tidak berbanding lurus dengan jumlah penggunanya.
dc.description.sponsorshipDr.Elok Permatasari, S.KM., M.Kes.
dc.description.sponsorshipdr.Ancah Caesarina Novi Marchianti, Ph.D., FISPH, FISCM
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14817
dc.language.isoOther
dc.publisherProgram Pascasarjana
dc.subjectmale operative contraception
dc.subjectfamily planning
dc.subjectgender equality
dc.subjectperception
dc.subjectself-efficacy
dc.subjectqualitative study
dc.titlePersepsi, Pandangan dan Efikasi Pria terhadap Kontrasepsi Metode Operasi Pria dalam Perspektif Kesetaraan Gender
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222520102002 - Meysa Putri Genessy, S.Tr.Keb. - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
466.42 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222520102002 - Meysa Putri Genessy, S.Tr.Keb. - BAB 1.pdf
Size:
380.88 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222520102002 - Meysa Putri Genessy, S.Tr.Keb. - BAB 2.pdf
Size:
542.46 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222520102002 - Meysa Putri Genessy, S.Tr.Keb. - BAB 3.pdf
Size:
421.26 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
222520102002 - Meysa Putri Genessy, S.Tr.Keb. - BAB 4.pdf
Size:
500.79 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: