Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Neuropati Perifer pada Petani Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fak Keperawatan

Abstract

Neuropati perifer merupakan komplikasi yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Komplikasi neuropati perifer pada petani sangat berpotensi mengalami ancaman risiko ulkus diabetes dan lebih parah mengakibatkan amputasi pada kaki. Kejadian tersebut dapat disebabkan karena kurang patuhnya petani DM terhadap pengobatan. Patuhnya pasien DM khususnya petani dalam mengkonsumsi obat secara teratur merupakan salah satu tujuan terapi DM untuk pengendalian jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan neuropati perifer pada petani diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat. Kurangnya kepatuhan minum obat dapat menyebabkan kadar gula tidak terkontrol dan memperburuk gejala neuropati perifer. Penelitian ini menggunakan metode korelasional deskriptif kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dihitung menggunakan aplikasi G*Power 3.1.9.7 dengan sampel sejumlah 93 petani dengan diabetes melitus tipe 2 dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang terdaftar di Puskesmas Kalisat dengan pekerjaan petani, melakukan kontrol dan menjalani pengobatan anti diabaeteik oral, lama menderita diabaetes melitus >5 tahun, mampu berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden. Data diperoleh dengan menggunakan kesioner ARMS-D (Adherence to Refill and Medication Scale in Diabetes) dan MNSI (Michigan Neuropathy Screening Instrument). Analisis univariat akan disajikan dalam bentuk frekuensi dan perentase. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall Tau C dengan nilai signifikasi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani dengan diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat berada di rentang kepatuhan rendah dalam mengkonsumsi obat sebesar (47,3%) dan mayoritas menderita neuropati perifer sebesar (82,8%). Hasil analisa data menggunakan uji Kendall Tau C didapatkan hasil bahwa nilai p value= 0,000 < 0,05 menunjukkan hasil 0,644 yang diinterpretasikan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tidak patuh seseorang mengkonsumsi obat maka individu tersebut mengalami kejadian neuropati perifer. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan neuropati perifer pada petani diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat. Perawat dapat berperan sebagai agent of change dengan memberikan satuan acara penyuluhan terkait pemahaman patuhnya pasien diabetes melitus khususnya petani dalam mengkomsumsi obat dan melakukan deteksi dini terkait neuropati perifer. Perawat juga dapat berperan sebagai edukator untuk memberikan edukasi dan juga sebagai konselor dalam membantu memberikan dukungan emosional serta psikologis untuk mendorong kemandirian petani diabetes melitus terkiat kepatuhan minum obat dan neuropati perifer.

Description

Reapluod Repositori File 23 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By