Hubungan antara Gejala Gangguan Psikologis dengan Sisa Makanan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam (Studi di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Penyakit kronis merupakan kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan jangka panjang dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien, baik secara fisik maupun psikologis. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, pasien dengan penyakit kronis rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi nafsu makan pasien, sehingga berdampak pada meningkatnya sisa makanan. Tingginya sisa makanan di rumah sakit menjadi permasalahan penting karena dapat mengindikasikan rendahnya asupan gizi pasien dan berisiko menyebabkan malnutrisi serta memperlambat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gejala gangguan psikologis (stres, kecemasan, dan depresi) dengan sisa makanan pada pasien rawat inap di ruang penyakit dalam Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data gejala gangguan psikologis dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21, sedangkan data sisa makanan diperoleh melalui metode visual comstock. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel, serta analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa hingga lansia dan memiliki tingkat gangguan psikologis yang relatif tinggi, terutama pada kategori berat hingga sangat berat untuk depresi dan kecemasan, serta kategori berat untuk stres. Selain itu, sebagian besar pasien memiliki sisa makanan yang tergolong tinggi, dengan rata-rata sisa makanan melebihi batas standar pelayanan minimal rumah sakit. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gejala gangguan psikologis dengan sisa makanan. Artinya, semakin tinggi tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang dialami pasien, maka semakin besar pula sisa makanan yang dihasilkan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa gangguan psikologis yang dialami pasien selama perawatan dapat berkaitan dengan perubahan perilaku makan dan penurunan penerimaan terhadap makanan yang disediakan rumah sakit. Akibatnya, pasien cenderung tidak mengonsumsi makanan secara optimal, sehingga menghasilkan sisa makanan yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi psikologis memiliki peran penting dalam memengaruhi perilaku makan pasien selama perawatan di rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara gejala gangguan psikologis dengan sisa makanan pada pasien penyakit kronis. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan yang tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis pasien melalui pendekatan yang terintegrasi untuk meningkatkan asupan makan dan menurunkan sisa makanan selama perawatan.
Description
Finalisasi 16 Juli 2026_Yudi
