Perlindungan Hukum Hutan Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dari Aktivitas Illegal logging
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Hukum
Abstract
Kasus illegal logging Kawasan Taman Meru Betiri bagian wilayah
Kabupaten Jember tepatnya pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II
tidak terselesaikan sampai 2019 bahkan kasusnya meningkat akibat penembakan
pelaku illegal loging oleh polisi hutan.
Berdasarkan latar belakang yang sudah dideskripsikan tersebut, rumusan
masalah yang dibahas adalah: pertama, Bagaimana upaya perlindungan hukum
hutan kawasan Taman Nasional Meru Betiri dari aktivitas illegal logging
?kedua,Apa kendala perlindungan hukum hutan pada kawasan Taman Nasional
Meru Betiri dari aktivitas illegal logging ?Tujuan penelitian skripsi ini pertama
untuk menemukan upaya perlindungan hukum hutan kawasan Taman Nasional
Meru Betiri dari aktivitas illegal logging.Kedua,untuk menemukan kendala
perlindungan hukum hutan kawasan Taman Nasional Meru Betiri dari aktivitas
illegal logging. Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian
yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan
pendekatan konseptual (conseptual approach)bahan hukum terdiri atas bahan
hukum primer,bahan hukum sekunder,dan bahan non hukum.
Hasil penelitian adalah terdapat berberapa larangan yang tercantum dalam
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang
Cipta Kerja pada Pasal 37 beberapa ketentuan dalam Undang Undang Nomor 18
Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan namun hal
ini diabaikan oleh okum illegal logging yang berada di kawasan Taman Nasional
Meru Betiri. Balai Taman Nasional Meru Betiri merupakan lembaga yang
memiliki kewenangan tugas melaksanakan penyelenggaraan konservasi sumber
daya alam dan ekosistemnya di taman nasional sesuai dengan Pasal 4 ayat (1)
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 17 Tahun 2022
tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal
Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.Dalam mengupayakan
perlindungan terhadap kawasan Taman Nasional Meru Betiri polisi hutan dan
balai taman nasional melakukan berberapa upaya yakini berupa pendekatankepada tokoh masyarakat, patroli gabungan dengan TNI dan Polisi dilakukan
karena keterbatasan Sumber Daya Manusia, serta penyuluhan mengenai
pentingnya menjaga hutan juga dilaksanakan namun terdapat berberapa kendala
dalam merealisasikan perlindungan terhadap hutan kasawan Taman Nasional
Meru Betiri yakni kultur masyarakat sekitar Taman Nasional Meru Betiri yang
bergantung kepada hasil hutan,sikap apatis dari masyarakat , lemahnya koordinasi
antara lembaga berwenang aparat penegak hukum dalam menganggulangi illegal
logging, kesulitan untuk mengindentifikasi kayu apabila terjadi penangkapan
diluar kawasan.
Kesimpulan penelitian adalah :pertama,Upaya perlindungan yang
dilakukan oleh balai taman nasional meru betiri dan polisi hutan sebgai lembaga
yang berwenang guna mengatasi aktivitas illegal logging berupa perlindungan
preventif.kedua,Kendala yang dihadapi polisi hutan dan Balai Taman Nasinal
Meru Betiri dalam melakukan perlindungan berasal dari masyarakat sekitar yang
memiliki kultur bergantung kepada hasil hutan,dan sikap apatis dengan keadaan
hutan. Selain itu dengan lemahnya koordinasi antara lembaga berwenang dan
aparat penegak hukum dalam menganggulangi illegal logging.
Berdasarkan kesimpulan penelitian diberikan dua saran sebagai beriku:
pertama,Balai Taman Nasional Meru Betiri perlu meningkatkan koordinasi dalam
upaya perlindungan hutan serta membangun kedekatan dengan masyarakat sekitar
kawasan Taman Nasional Meru Betiri untuk melakukan program pengembangan
masyarakat yang berkelanjutan, kedua,Melakukan penyuluhan rutin agar dapat
menyadarkan masyarakat sekitar kawasan taman nasional untuk menjaga
kelestarian hutan,hendaknya aparat penegak hukum lebih responsif dalam
mengatasi perkara perusakan hutan.
Description
Reupload file repository 10 Februari 2026_Arif/Halima
