Pengaruh model pembelajaran Inkuiri dengan pendekatan STEM terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP/MTs
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Berpikir kritis adalah keterampilan yang dituntut dalam menyelesaikan
permasalahan yang terjadi pada abad ke-21. Dalam kegiatan pembelajaran
keterkaitan keterampilan berpikir kritis dapat membuat siswa menjadi pemecah
yang tangguh, dapat mengambil keputusan, dan dapat mengkaji dan menganalisis
sebuah informas. Siswa yang mempunyai keterampilan dalam berpikir kritis akan
mampu menghadapi suatu permasalahan dengan cara menggunakan penalaran
yang masuk akal, mampu menafsirkan dan menganalisis, serta melakukan
evaluasi informasi yang diperoleh untuk mengambil keputusan.
Keterampilan berpikir kritis siswa Indonesia sebagian besar berkategori
rendah. Hal ini dikonfirmasi oleh hasil studi Program For International Students
Assessment (PISA) tahu 2022 dan TIMSS tahun 2021 Indonesia masih berada di
urutan terendah dari beberapa negara. Permasalahan rendahnya keterampilan
berpikir kritis siswa terjadi karena kurangnya pemahaman informasi berupa fakta,
konsep, prosedur, dan konsep dalam mengatasi masalah. Selain itu pembelajaran
yang diajarkan tidak berfokus pada keterampilan proses berpikir siswa yang
menyebabkan siswa kurang mampu berpikir secara kritis. Dalam kegiatan
pembelajaran sebagian besar guru mengajari berpikir tingkat rendah sehingga
keterampilan berpikir kritis tingkat tinggi siswa belum terlatih. Dalam
meningkatkan keterampilan berpikir kritis terdapat beberapa model pembelajaran
yang dapat diterapkan, salah satunya yaitu menggunakan model pembelajaran
berbasis Inkuiri dengan pendekatan STEM. Melalui model pembelajaran Inkuiri
dengan pendekatan STEM diasumsikan mampu meningkatkan keterampilan
berpikir kritis siswa karena dalam pembelajaran tersebut mendorong siswa untuk
menghubungkan masalah yang ada di dunia nyata dengan menggunakan matematika, teknik dan sains teknologi yang dapat mempersiapkan peserta didik
untuk berkompetisi di dalam kehidupan abad ke-21.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran Inkuiri dengan pendekatan STEM terhadap keterampilan berpikir
kritis siswa pada pembelajaran IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah quasi
eksperimen, dengan desain non-equivalent control group. Penelitian ini dilakukan
di Mts 1 Jember pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 dengan sampel
kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII D sebagai kelas kontrol yang
diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data
keterampilan berpikir kritis menggunakan tes berupa soal sebagai instrumen
utama, sedangkan instrumen pendukung berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Independent Sample ttest
yang menunjukan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang berarti
terdapat perbedaan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol,
maka dapat dikatakan bahwa H0 ditolak H1 diterima. Hasil penelitian
menunjukan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa berkategori sedang
yaitu 0,68. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat
pengaruh signifikansi pada model pembelajaran Inkuiri dengan pendekatan
pendekatan STEM terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran
IPA SMP. Pemnggunaan model pembelajaran Inkuiri dengan pendekatan STEM
dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan kategori sedang.
Description
Reupload file repositori 26 januari 2026_Kurnadi
